Rabu, 11 November 2009

Rahasia Kepintaran Orang Yahudi


Mengapa orang yahudi kepintarannya diatas rata-rata? ternyata, ada budaya baik dari mereka sendiri yang sampai saat ini masih mereka jalankan. Mau tahu jawabannya…… inilah jawabannya……





Mengapa orang yahudi kepintarannya diatas rata-rata? ternyata, ada budaya baik dari mereka sendiri yang sampai saat ini masih mereka jalankan. Mau tahu jawabannya…… inilah jawabannya……

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas?
Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali.
Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri?
Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?
Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok?
Anda fikirlah sendiri?



Selengkapnya...

KETEGASAN SYARIAT ISLAM DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI


Di Indonesia, korupsi agaknya telah menjadi persoalan yang amat kronis. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri dengan jumlah yang dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia


Korupsi yang selama ini berjalan memiliki metode yang jelas, yaitu buat pendapatan sekecil mungkin dan buat pengeluaran sebesar mungkin. Bentuknya beraneka ragam, pelakunya pun bermacam-macam. Ada korupsi yang dilakukan oleh pemegang kebijakan. Misalnya, mereka menentukan dibangunnya suatu proyek yang sebenarnya tidak perlu atau memang perlu tapi di tempat lain, menentukan kepada siapa proyek harus jatuh, menentukan jenis investasi pada perusahaan hampir bangkrut milik pejabat, dan mengharuskan BUMN bekerja sama dengan perusahaan swasta tertentu tanpa memperhatikan faktor ekonomis. Korupsi juga dilakukan pada pengelolaan uang negara seperti uang yang belum/sementara tidak dipakai sering diinvestasikan dalam bentuk deposito, bunganya mereka ambil, bahkan seringkali mereka mendapat premi dari bank; BUMN pengelola uang pensiunan atau asuransi menginvestasikan uang tersebut untuk kepentingan pribadi,atau bahkan di perusahaannya pribadi. Korupsi juga kerap terjadi pada pengadaan dalam bentuk membeli barang yang sebenarnya tidak perlu untuk memperoleh komisi, membeli dengan harga lebih tinggi dengan cara mengatur tender, membeli barang dengan kualitas dan harga tertentu tetapi barang yang diterima kualitasnya lebih rendah, selisih harganya masuk ke saku pejabat, atau barang dan jasa yang dibeli tidak diterima seluruhnya, sebagiannya digunakan oleh pejabat. Begitu pula korupsi terjadi pada penjualan barang dan jasa, pengeluaran, dan penerimaan

Walhasil, korupsi di Indonesia telah menggurita. Wajar selama kurun lima tahun terakhir, Indonesia menduduki tidak kurang dari peringkat kelima negara terkorup. Korupsi tentu saja sangat merugikan keuangan negara. Di samping itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi, juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara menjadi tidak optimal. Korupsi juga makin menambah kesenjangan akibat memburuknya distribusi kekayaan. Bila sekarang kesenjangan kaya dan miskin sudah demikian menganga, maka korupsi makin melebarkan kesenjangan itu karena uang terdistribusi secara tidak sehat (tidak mengikuti kaidah-kaidah ekonomi sebagaimana mestinya). Koruptor makin kaya, rakyat yang miskin makin miskin. Akibat lainnya, karena uang gampang diperoleh, sikap konsumtif jadi terangsang. Tidak ada dorongan ke pola produktif, sehingga timbul inefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi.

Pengusutan Korupsi, Suatu Kewajiban
Korupsi adalah suatu jenis perampasan terhadap harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi memperkaya diri. Dibantah atau tidak, korupsi memang dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri. Terlepas dari itu semua, korupsi apa pun jenisnya merupakan perbuatan yang haram. Nabi saw. menegaskan: “Barang siapa yang merampok dan merampas, atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni bukan dari umat Muhammad saw.)” (HR Thabrani dan al- Hakim). Adanya kata-kata laisa minna, bukan dari golongan kami, menunjukkan keharaman seluruh bentuk perampasan termasuk korupsi.
Lebih jauh lagi, Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis yang berasal dari ‘Addiy bin ‘Umairah al-Kindy yang bunyinya, “Hai kaum muslim, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang. Lalu, kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti… . Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak diberikan janganlah diambil.”

Sabdanya lagi, “Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka, dan diharamkan masuk surga.” Seorang sahabat bertanya,“Wahai Rasul, bagaimana kalau hanya sedikit saja?’ Rasulullah saw. menjawab, “Walaupun sekecil kayu siwak” (HR Muslim, an-Nasai, dan Imam Malik dalam al-Muwwatha).

Dilihat dari aspek keharamannya, jelas perkara haram tersebut harus dihilangkan, baik ada yang menuntutnya ataupun tidak. Demikian pula kasus korupsi, tanpa ada tuntutan dari rakyat pun sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk mengusut, menyelidiki, dan mengadilinya.

Apalagi, ditinjau dari sisi lain, korupsi ini menyangkut perampasan terhadap milik rakyat dan negara. Padahal, yang namanya pemimpin merupakan “pengembala” rakyatnya. Kata Nabi saw., “Sesungguhnya pemimpin itu (imam) adalah pengembala, dan ia pasti dimintai pertanggungjawabannya tentang apa yang digembalakan itu.” Bila ditafakuri karakter pengembala, maka akan tampak bahwa sang pengembala ia akan mencari makanan untuk gembalaannya, bila sakit diobati, ada nyamuk dibuatkan api unggun, dan bila tubuhnya kotor dimandikan di sungai. Artinya, hal-hal yang merupakan kebutuhannya dipenuhi dan hal-hal yang membahayakannya dicegah dan dilawan. Realitanya, harta yang dikorupsi merupakan harta rakyat dan negara. Bila dibiarkan, rakyatlah yang akan mendapatkan kerugian finansial. Yang semestinya rakyat yang menikmati, gara-gara korupsi rakyat menjadi setengah mati. Seorang pemimpin sejati, pasti tidak akan membiarkan kondisi seperti ini. Bila tidak, ia telah berkhianat terhadap akad sebelum ia menjadi pemimpin. Padahal, Allah Swt. di dalam terjemahan surat al-Maa-idah (5): 1 menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman tepatilah akad-akadmu … .”

Ada suatu teladan dari Umar bin Khaththab. Di dalam kitab Thabaqat, Ibnu Sa’ad mengetengahkan kesaksian asy-Syi’bi yang mengatakan, “Setiap mengangkat pemimpin, Khalifah Umar selalu mencatat kekayaan orang tersebut. Selaain itu, bila meragukan kekayaan seorang penguasa atau pejabat, ia tidak segan-segan menyita jumlah kelebihan dari kekayaan yang layak baginya, yaang sesuai dengan gajinya.” Tampak jelas bahwa sikap Umar bin Khaththab progresif dalam mengusut kasus korupsi. Beliau tidak menunggu terlebih dahulu tuntutan dari rakyat. Selain itu, sederhana sekali rumus yang diberikan beliau. Bila kekayaan yang ada sekarang tidak mungkin diperoleh dengan gaji yang didapatkan selama sekian lama menjabat, pasti kelebihan kekayaannya tersebut hasil korupsi. Jelaslah, diperlukan sikap tegas dan serius dari pemerintah untuk mengusut, menyelidiki, dan mengadili orang yang diduga melakukan korupsi karena ini merupakan kewajibannya.

Pemberantasan Korupsi Perspektif Syariat Islam
Sesungguhnya terdapat niat cukup besar untuk mengatasi korupsi. Bahkan, telah dibuat satu tap MPR khusus tentang pemberantasan KKN, tapi mengapa tidak kunjung berhasil? Tampak nyata bahwa penanganan korupsi tidak dilakukan secara komprehensif, sebagaimana ditunjukkan oleh syariat Islam berikut:
Pertama, sistem penggajian yang layak. Aparat pemerintah harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Hal itu sulit berjalan dengan baik bila gaji tidak mencukupi. Para birokrat tetaplah manusia biasa yang mempunyai kebutuhan hidup serta kewajiban untuk mencukup nafkah keluarga. Agar bisa bekerja dengan tenang dan tidak mudah tergoda berbuat curang, mereka harus diberikan gaji dan tunjangan hidup lain yang layak. Berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup aparat pemerintah, Rasul dalam hadis riwayat Abu Dawud berkata, “Barang siapa yang diserahi pekerjaan dalam keadaan tidak mempunyai rumah, akan disediakan rumah, jika belum beristri hendaknya menikah, jika tidak mempunyai pembantu hendaknya ia mengambil pelayan, jika tidak mempunyai hewan tunggangan (kendaraan) hendaknya diberi. Adapun barang siapa yang mengambil selainnya, itulah kecurangan”.

Kedua, larangan menerima suap dan hadiah. Hadiah dan suap yang diberikan seseorang kepada aparat pemerintah pasti mengandung maksud agar aparat itu bertindak menguntungkan pemberi hadiah. Tentang suap Rasulullah berkata, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap” (HR Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, Rasul berkata, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur” (HR Imam Ahmad). Suap dan hadiah akan berpengaruh buruk pada mental aparat pemerintah. Aparat bekerja tidak sebagaimana mestinya. Di bidang peradilan, hukum ditegakkan secara tidak adil atau cenderung memenangkan pihak yang mampu memberikan hadiah atau suap.

Ketiga, perhitungan kekayaan. Setelah adanya sikap tegas dan serius, penghitungan harta mereka yang diduga terlibat korupsi merupakan langkah berikutnya. Menurut kesaksian anaknya, yakni Abdullah bin Umar, Khalifah Umar pernah mengalkulasi harta kepala daerah Sa’ad bin Abi Waqash (Lihat Tarikhul Khulafa). Putranya ini juga tidak luput kena gebrakan bapaknya. Ketika Umar melihat seekor unta gemuk milik anaknya di pasar, beliau menyitanya. Kenapa? Umar tahu sendiri, unta anaknya itu gemuk karena digembalakan bersama-sama unta-unta milik Baitul Mal di padang gembalaan terbaik. Ketika Umar menyita separuh kekayaan Abu Bakrah, orang itu berkilah “Aku tidak bekerja padamu“. Jawab Khalifah, “Benar, tapi saudaramu yang pejabat Baitul Mal dan bagi hasil tanah di Ubullah meminjamkan harta Baitul Mal padamu untuk modal bisnis !” (lihat Syahidul Aikral). Bahkan, Umar pun tidak menyepelekan penggelapan meski sekedar pelana unta (Lihat Kitabul Amwal).

Apa yang dilakukan Umar merupakan contoh baik bagaimana harta para pejabat dihitung, apalagi mereka yang disinyalir terlibat korupsi. Seluruh yayasan, perusahaan-perusahaan, ataupun uang yang disimpan di bank-bank dalam dan luar negeri semuanya diusut. Kalau perlu dibuat tim khusus yang independen untuk melakukannya, seperti halnya Muhammad bin Maslamah pernah diberi tugas khusus oleh Umar untuk hal tersebut. Baru setelah itu, dibuktikan lewat pengadilan.

Di dalam buku Ahkamul Bayyinat, Syekh Taqiyyuddin menyatakan bahwa pembuktian itu bisa berupa pengakuan dari si pelaku, sumpah, kesaksian, dan dokumentasi tertulis. Kaitannya dengan dokumentasi tertulis ini Allah Swt. menegaskan di dalam al-Quran, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya. Hendaklah penulis di antara kalian menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya…” (QS al-Baqarah [2]: 282). Bila dicermati, penulisan dokumen ini sebenarnya merupakan bukti tentang siapa yang berhak dan apa yang terjadi. Oleh karena kata “maka tuliskanlah (faktubuh)” dalam ayat tersebut umum, maka mencakup semua muamalah dan semua dokumen termasuk perjanjian, katabelece, keputusan pemerintah yang dibuatnya, dan lain-lain.

Di samping itu, pembuktian pun dilakukan dengan pembuktian terbalik. Bila semua bukti yang diajukan tidak diterima oleh terdakwa, maka terdakwa itu harus membuktikan dari mana harta itu diperoleh dan harus pula menunjukkan bahwa hartanya itu bukan hasil korupsi. Hal ini bisa dilihat dari apa yang dicontohkan oleh Umar bin Khaththab. Ketika Umar menyita separuh kekayaan Abu Bakrah, orang itu berkilah, “ Aku tidak bekerja padamu “. Jawab Khalifah, “Benar, tapi saudaramu yang pejabat Baitul Mal dan bagi hasil tanah di Ubullah meminjamkan harta Baitul Mal padamu untuk modal bisnis !” Setelah itu, Abu Bakrah tidak dapat membuktikan bahwa dakwaan Umar tersebut salah. Ia tidak dapat menunjukkan bahwa hartanya itu bukan hasil nepotisme. Akhirnya, Umar pun tetap pada putusannya (Lihat Syahidul Aikral). Cara inilah yang sekarang dikenal dengan istilah pembuktian terbalik yang sebenarnya sangat efektif mencegah aparat berbuat curang. Tapi anehnya cara ini ditentang untuk dimasukkan dalam perundang-undangan.

Keempat, teladan pemimpin. Khalifah Umar menyita sendiri seekor unta gemuk milik putranya, Abdullah bin Umar, karena kedapatan digembalakan bersama di padang rumput milik Baitul Mal Negara. Hal ini dinilai Umar sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara. Demi menjaga agar tidak mencium bau secara tidak hak, Khalifah Umar bin Abdul Azis sampai menutup hidungnya saat membagi minyak kesturi kepada rakyat. Dengan teladan pemimpin, tindak penyimpangan akan mudah terdeteksi sedari dini. Penyidikan dan penyelidikan tindak korupsi pun tidak sulit dilakukan. Tapi bagaimana bila justru korupsi dilakukan oleh para pemimpin? Semua upaya apa pun menjadi tidak ada artinya sama sekali.

Kelima, hukuman setimpal. Pada galibnya, orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakaan dirinya. Hukuman dalam Islam memang berfungsi sebagai zawajir (pencegah). Artinya, dengan hukuman setimpal atas koruptor, diharapkan orang akan berpikir sekian kali untuk melakukan kejahatan itu. Dalam Islam, tindak korupsi bukanlah seperti pencurian biasa yang pelakunya dipotong tangannya. “Perampas, koruptor, dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan” (HR Ahmad, Ashabus Sunan, dan Ibnu Hibban). Akan tetapi, termasuk jarîmah (kejahatan) yang akan terkenai ta’zir. Bentuknya bisa berupa hukuman tasyh’ir (berupa pewartaan atas diri koruptor – dulu diarak keliling kota, sekarang bisa lewat media massa). Berkaitan dengan hal ini, Zaid bin Khalid al-Juhaini meriwayatkan Rasulullah pernah memerintahkan para sahabat untuk menshalati seorang rekan mereka yang gugur dalam pertempuran Hunain. Mereka, para sahabat, tentu saja heran, karena seharusnya seorang yang syahid tidak disembahyangi. Rasul kemudian menjelaskan, “Sahabatmu ini telah berbuat curang di jalan Allah.” Ketika Zaid membongkar perbekalan almarhum, ia menemukan ghanimah beberapa permata milik kaum yahudi seharga hampir 2 dirham (lihat al- Muwwatha ). Atau, bisa juga sampai hukuman kurungan. Menurut Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzamul ‘Uqubat fil Islam (hlm. 190), hukuman kurungan koruptor mulai 6 bulan sampai 5 tahun. Namun, masih dipertimbangkan banyaknya uang yang dikorup. Bila mencapai jumlah yang membahayakan ekonomi negara, koruptor dapat dijatuhi hukuman mati.

Keenam, kekayaan keluarga pejabat yang diperoleh melalui penyalahgunaan kekuasaan diputihkan oleh kepala negara (Khalifah) yang baru. Caranya, kepala negara menghitung kekayaan para pejabat lama lalu dibandingkan dengan harta yang mungkin diperolehnya secara resmi. Bila dapat dibuktikan dan ternyata terdapat kenaikan yang tidak wajar, seperti dilakukan Umar, kepala negara memerintahkan agar menyerahkan semua kelebihan itu kepada yang berhak menerimanya. Bila harta kekayaan itu diketahui siapa pemiliknya yang sah, maka harta tersebut–katakanlah tanah–dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, apabila tidak jelas siapa pemiliknya yang sah, harta itu dikembalikan kepada kas negara (Baitul Mal). Namun, bila sulit dibuktikan, seperti disebut di dalam buku Tarikhul Khulafa, Khalifah Umar bin Khaththab membagi dua kekayaan mereka bila terdapat kelebihan dari jumlah semula, yang separuh diambil untuk diserahkan ke Baitul Mal dan separuh lagi diberikan kepada mereka.

Ketujuh, pengawasan masyarakat. Masyarakat dapat berperan menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Masyarakat yang bermental instan akan cenderung menempuh jalan pintas dalam berurusan dengan aparat dengan tak segan memberi suap dan hadiah. Adapun masyarakat yang mulia akan turut mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak aparat yang mengajaknya berbuat menyimpang. Demi menumbuhkan keberanian rakyat mengoreksi aparat, Khalifah Umar di awal pemerintahannya menyatakan, “Apabila kalian melihatku menyimpang dari jalan Islam, maka luruskan aku walaupun dengan pedang”. Dengan pengawasan masyarakat, korupsi menjadi sangat sulit dilakukan. Bila ditambah dengan teladan pemimpin, hukuman yang setimpal, larangan pemberian suap dan hadiah, serta dengan pembuktian terbalik dan gaji yang mencukupi, insya Allah korupsi dapat diatasi dengan tuntas.

Inilah pentingnya seruan penerapan syariat Islam guna menyelesaikan segenap problem yang dihadapi negeri ini, termasuk dalam pemberantasan korupsi. Karena itu, selamatkan Indonesia dan seluruh umat dengan syariat.

Artikel/ kajian ini kami nukil dari salah satu komentar (Pangeran Islam) di blog ini, (kabarNet

Selengkapnya...

Minggu, 02 Agustus 2009

Untuk Sebuah Cinta


Untuk sebuah cinta, ia rela menempuh perjalanan jauh. Berangkat dari Singkawang menuju Pontianak dengan menggunakan motor dan menempuh perjalanan selama 3,5 jam. Disambung dengan menggunakan pesawat Pontianak - Jakarta selama 1,5 jam. Lalu diteruskan dengan menggunakan bis dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Bandung selama 4 jam. Dan terakhir, menempuh perjalanan Bandung - Yogyakarta dengan menggunakan mobil selama 12 jam.


Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan tenaga. Perjalanan Singkawang - Pontianak - Jakarta - Bandung - Yogyakarta, ia tempuh sekitar 30 jam. Satu hari penuh tanpa istirahat yang cukup, tentu menguras tenaga yang dapat membuat fisik drop. Belum lagi selama mengikuti kegiatan silaturrahim yang acaranya lumayan padat.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan pekerjaan. Demi silaturrahim dengan rekan-rekannya sesama Klab Santri, ia berani mengajukan ijin meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari, padahal status kepegawaiannya masih terbilang baru.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan biaya. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya dalam perjalanan tersebut. Rejeki yang baru ia dapatkan, digunakannya untuk keperluan silaturrahim.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan waktu yang selalu diisi dengan rutinitasnya. Ketika bersilaturrahim selama beberapa hari di Bandung, Yogyakarta, dan Solo, tentu ia meninggalkan beberapa rutinitasnya yang mungkin bisa dibilang penting.

Itulah salah seorang sohib saya. Dalam waktu yang singkat, ia memutuskan untuk mengikuti silaturrahim Klab Santri Road to Jogja. Secara logika, untuk melakukan perjalanan jauh, tentu membutuhkan persiapan yang matang, waktu yang cukup, dan biaya yang tidak sedikit. Namun, karena ia melakukan semua itu untuk sebuah cinta; cinta akan silaturrahim, cinta akan kebersamaan, cinta akan ukhuwah, dan tentunya cinta karenaNya, maka semuanya terasa begitu mudah.

Ya, dengan mudahnya ia mendapatkan rejeki dan mengeluarkan sejumlah biaya yang begitu besar. Dan dengan mudahnya pula ia mendapatkan ijin dari atasannya untuk meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari. Serta berbagai kemudahan lainnya yang ia dapatkan ketika bersilaturrahim.

Ia yakin, dengan menjalin silaturrahim karenaNya, maka apa yang ia lakukan tidaklah sia-sia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan?" Sabda Rasulullah SAW, "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturrahim, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan." (HR. Ibnu Majah).
oleh Mujahid Alamaya
http://kotasantri.com/santri/alaMaya



Selengkapnya...

Rabu, 08 April 2009

RAIH KECANTIKAN SEJATI


Hari ini aku merenung sendiri
Mematung menghadap kaca bening di kamarku
Dalam kesunyian aku berkata :
“Ternyata masih banyak kekurangan yang aku punya”
Mungkin perlu ada perubahan dalam diriku
Mungkin juga perlu perombakan untuk mengubah semua ini
(Feryanto Hadi : Penulis buku “Cantik Tanpa Lipstik seperti Siti Khadijah”)




Assalamu’alaikum shobat Muti, yang caem…. Ayoo..ngaku mikir apa barusan setelah baca puisi di atas ? jujur, kalo Muti seh setelah menyelami aliran kata en makna puisinya Kang Fery (ciee.. kaya’ sungai aja jeng?), Muti jadi mikir gini..:” Ya Allah,… ternyata Muti kok masih juga banyak salah ya, masiih banyak aja dosa-dosa yang melingkupi diri… , Muti tuh masih juga ngerasa banyak kekurangan (pastinya bukan kurang ajar). Tapi,, yups.. mulai detik ini juga, Muti mau kok berubah.. Yaa Rabb help me!!.. Bantu diriku ya..!!

Eitts !! hentikan dulu..!!, hampir aja Muti lupa nyapa sobat Muti semua..Oya, shobat Muti yang imyut-imyut semua kayfahalukum fi hadzihil fursoh?? Bikhoir aja kan jeng? Alhamdulillah, Muti sueneng buanget loh jika denger kabar ente semua baek-baek en sehat-sehat aja. Masih setia dong langganan Muti ? (itung-itung nambah ilmu en pahala dech),, btw, Muti ada oleh-oleh do’a nie buat kamyu semua.. “ Ya Allah, pada hari ini Muti bersimpuh menghadapMu, tolong Ya Allah jadikan sobat Muti, remaja yang sholeh en sholehah, taat en patuh kepadaMu, ikhlas menjauhi laranganMu. Jadikan mereka generasi bintang yang senantiasa merindukan surgaMu en tak terlena dengan gemerlapnya dunia. Semoga do’a Muti Engkau kabulkan Ya Allah. Amiin.
(Hiks.. hiks..hiks…), napa ente semua pada nangis..? Terharu niyee..? Makanya jangan bosen-bosen bergaul ma Muti. Isya Allah Muti bakalan rajin mendoakan kamyu semua. Masih banyak stok do’anya. Cz, as u know, bukankah qita bersodara pren? (masih inget dong Muti edisi lalu?)
Nah, sekarang dilanjut discuss puisinya..!!! capchuuss. Intinya nih, puisi tersebut ngingetin qita akan arti sebuah ‘perubahan’. Ngemeng-ngemeng (pinjem bahasanya Tukul) kalo qita bicara soal ‘perubahan’, berarti ada yang belum pas dong!! Ada yang belum bener!! Emang napa juga dirubah-rubah kalo udah cocok? Tul nggak? Jayyid jiddan!! Bener banget !! Mahir bener Mut ente hare ne!! eh, Muti mah Insya Allah emang mahir ^_^ ( gak hari ini aja kale..), Muti kan gak pernah bosen-bosen untuk mengkaji Islam. Kayak lagunya Slank “Jangan Takut, ayo keluar, hadapi dunia DENGAN MENGAJI”. Shobat Muti, jangan pernah malez ya untuk blajar Islam. Biar ente smua mahir kaya Muti.. he..he..
Berubah itu wajib en perlu bro. coz, emang sekarang kita ni sedang ada yang gak bener. Perubahan yang dimaksud adalah ‘perubahan’ kearah yang lebi baik. Oke deh Muti, jadi misalnya saja dari yang jelek jadi Cantik geto?

CANTIK ITU….

PASTINYA!!.ente musti inget, bahwa baik buruknya sesuatu yang bisa nentuin cuman Allah doang. (Loh kok geto Mut??) ya, iyalah (g pake ya iya dong), Allah kan yang menciptakan kita. Jadi hanya Dialah yang tahu apa yang baik buat hambanya. Masuk akal kan?
Soal cantik..?? banyak orang mengartikannya adalah wanita yang memiliki tubuh tinggi semampai, ramping, sexy, kulit putih, rambut lebat, hidung mancung, de el el (yah gak jauh2 dari Aura Kasih, Luna Maya, Nia Ramadhani, Nadine, BCL geto) yang laen?? Lewat bro…!!!
So, thats why cewek-cewek rela berbondong-bondong merobah tubuhnya kayak mereka abiz-abizan. Meski kudu ngerogoh kocek dalem-dalem (sstt, konon bea perawatan tubuh bisa nyampe 10 juta hingga 30 juta Coy!!) Gimana enggak mahal, kalo bisa kita daftar, banyak banget tuh ‘senjata’ buat cantik ex: krim pemutih en penghalus wajah, pembesaran/pengencangan paudara en sebangsanya, operasi sedot lemak, tranplantasi bulu mata, bulu rambut, bulu hidung (upss..), de el el. Meski kudu pasang muka melaz ma nyokap agar diijinin NYALON, en berjuta pengorbanan laen demi status CANTIK..!! (Makan tuh CANTIK!!!)
Tapi eitts.. bener gak sih Cantik musti kaya geto?

ISLAM MEMAKNAI KECANTIKAN
Btw, girls..Islam sebagai agama sekaligus sebagai sistem kehidupan punya aturan yang unik en komplit tentang seluruh aspek kehidupan. Islam membahas konsep tentang bagaimana seorang muuslimah musti berpenampilan en kepada siapa dia boleh menampakkannya.
Dalam Islam standar untuk bertingkah laku, termasuk berpenampilan adalah halal – haram yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta, Allah SWT. Di depan laki-laki yang bukan mahrom, wanita muslimah wajib alias kudu menutup aurat (seluruh tubuh kecuali muka en telapak tangan), yaitu mengenakan jilbab en khimar alias kerudung. Persis dengan firman Allah “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (TQS. A Ahzab : 59) juga di TQS. An Nur : 31 yang berbunyi “Dan Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dada mereka” .

Nah, kamyu udah paham kan? Jadi kamyu-kamyu yang muslimah gak perlu rempong (repot) untuk ngeluarin duit berjuta-juta hanya untuk berhias, mempercantik (bertabaruj)yang berlebihan dengan produk2 mahal. Gak perlu juga make baju-baju yang sempit en kurang bahan, menonjolkan lekukan-lekukan tubuh. Kerena sesungguhnya Allah tidak melihat kemuliaan hambaNya dari bentuk fisiknya.
Seperti hadits Nabi :”Sesungguhnya Allah SWT tidak memandang postur tubuh kalian dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaan kalian tetapi Allah SWT memandang pada hati dan amal perbuatan kalian” (HR. Muslim & Ath Thabrani dari Abu Hurairah).
Nah.. yang taat en patuh sa perintah ALLAH gini nih yang disebut: WANITA SHOLEHAH, begitulah dia populer dipanggil sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Dunia adalah perhiasan & sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholehah”

Sobat Muti.. bagi yang cewek.. Semoga kamyu menjadi wanita sholehah. Amiin. Asal tahu saja, dari diri wanita sholehah selalu terpancar kecantikan sejati (inner beauty). Dikisahkan, kelak di surga para bidadari akan malu & iri kepada wanita shalihah yang selama di dunia senantiasa patuh kepada allah SWT.

GIMANA DONG?
Nih Muti kasih bocoran agar kita bisa jadi Muslimah yang Te O Pe Be Ge Te. Asal ente mau usaha :
1. Mengkaji Islam, sampe pikiran kita en perbuatan kita Islam semua.
2. Hiasi diri dengan amal sholeh. Kalo Islam memerintahkan suatu perkara langsung aja di kerjakan, jangan tawar menawar. Begitu juga larangannya, langsung saja ditinggalkan, jangan dipiara.
3. Sebarkan Islam yang kamu tahu. Meski cuman 1 ayat. Jadi, yang paham Islam mah bukan kamu melulu, agar Ajiib yang juga musti tau non!! Agar kita bisa masuk suga rame-rame.

Sobat Muti, buruan deh kita berubah jadi rajin en semangat. Bagi yang masih ogah-ogahan make kerudung en jilbab, jangan tunda saudariku.. sekaranglah waktunya untuk berubah, InsyaAllah masih beri kesempatan kita jika kita punya kehendak yang kuat untuk bertobat. Marilah kita mengenakan ‘busana surga’ yang didesain khusus oleh Sang Arsitektur untuk kita Muslimah.. ALLAHU AKBAR..!! Wassalamu’alaikum. (SM)



Selengkapnya...

Senin, 30 Maret 2009

So How ???


“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” Ali Imran :103


Mewujudkan ukhuwah Islamiyyah memang bukan hal yang mudah. Tapi eits..,bukan pula hal yang mustahil. Jadi ada beberapa hal yang musti kita lakukan :
Mengkaji Islam secara utuh.
Berdakwah, agar pemahaman ummat tentang Islam menjadi utuh dan murni , serta menyeru kepada para penguasa-penguasa kaum muslim agar mau bersatu. Dan menyingkirkan kepentingan-kepentingan Negara mereka masing-masing..
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” An Nahl : 125.
Menyingkap rencana-rencana asing yang telah mengadu-domba kaum muslimin.

Menyatukan kaum Muslimin dalam lembaga yang satu, yang pernah di contohkan oleh Rasul dan para sahabat yakni Khilafah Islam.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi….”. An Nur :55
Okey,,, sobat Muti Tunggu apa lagi..? yuk… bareng-bareng kita songsong persatuan kaum muslimin.. Allahu Akbar..


Selengkapnya...

Ukhuwah Yang Di Rindukan


"Saudaraku..
Kapan kita ‘kan kembali berjabat mesra
Bila kepongahan dan keangkuhan
Semakin hari kian menggila ?
Bila nafsu untuk menguasai
Menghancurkan dan merendahkan
Begitu menggebu dan kian rakusnya?


Saudarku..
Kapan kita kan berpeluk sayang
Bila senyuman dan manisnya kata-kata hanya fatamorgana
Bila tangan lebih suka berkubang dalam kotoran dan amisnya darah
Mencekik dan menyantap bangkai sesama menghalalkan segala cara
Saudaraku kapan musuh kan gemetar melihat kita
Bila kita masih terburai tak tahu bagiannya
Masing-masing berebut segala corak dan bentuk berhala dunia?
Bila tujuan tak lagi Mulia
Mengharap status dan kehormatan semata ?
Saudaraku..
Lupakan segala kepongahan dan keangkuhan
Kita berada bukan untuk apa-apa
Hanya menghamba kepada-Nya
Saudaraku
Rengkuh aku dalam mesramu
Jabat erat tanganku dengan segenap cintamu
Biarkan kita melebur dan menyatu
Hingga musuh-musuh tidak lagi kuasa
Meluluhkan azam yang menyala
Wahai Sang Penggenggam Alam Semesta
Hanya kepada-Mu kami mengadu
Hanya Engku Yang Maha Perkasa
Hamba mohon Ya.. Rabb...
Satukan hati kami dalam ukhuwah yang dalam nikmat Iman dan Islam”
(Karya : NN)

Wah.. lama nih ga’ ketemuan ama Sobat Muti.. Kayfahaluka neh..?. Moga teuteup baek-baek aja en pastinya chiayo-chiayo.. Emmm udah berapa bulan.. ya... kira-kira 3 bulan geto deh ya.. kangen berat neh.. Mutinya..
Ngomong-ngomong neh, udah banyak banget yach kejadian-kejadian belakagan ini yang menggembirakan atopun yang menyedihkan macam tragedi Palestina yang sempat menyedot perhatian dunia. Ada 1 hal yang lekat banget di benak Muti, yakni gak kompaknya negeri muslim menghadapi satu negeri macam Israel. Muti sempat gak abiz pikir, napa juga ya 1 negeri zionis Israel yang dengan sombongnya dan membabi buta dapat dengan mudahnya membantai sodara-sodara seiman kita di Palestina dengan tanpa pembelaan sedikitpun dari negeri muslim lain di luar Palestina? Jangankan mengirimkan tentaranya sebagai tanda perlawanan terhadap kebiadaban Israel, sekedar membuka pintu perbatasan di Raffah untuk masuknya bantuan logistik dan medis Mesir –yang negeri Muslim- saja, enggan dilakukannya. Inikah yang disebut dengan ukhuwah?Ini pulakah yang disebut satu tubuh?
Kesatuan yang Terkoyak.
Sobat Muti, Padahal Rasul pernah bersabda, “Janganlah kamu sekalian saling dengki mendengki saling tipu menipu, saling marah memarah dan saling benci membenci. Muslim yang satu adalah bersodara dengan Muslim yang lain.Oleh karena itu, tidak boleh menganiaya membiarkan dan menghinanya. Takwa itu ada di sini,Rasul menunjuk dadanya tiga kali.Seseorang itu cukup dianggap jahat bila ia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim yang satu terhadap Muslim yang lain itu haram mengganggu darahnya, hartanya dan kehormatannya (HR. Muslim)
Sobat Muti, sayangnya kaum Muslim gak sepenuhnya paham dan “ngeh” tentang arti persatuan (Ukhuwah Islamiyyah) Karenanya Negara Islam yang sempat menjadi negara Adidaya lebih dari 14 abad lamanya luluh lantah oleh perpecahan diantara mereka. Gimana engga’ terpisah-pisah Negara Islam kala itu, Inggris – sebagai penjajah- telah menggunaan upaya (devide et impera) –pecah belah dan kuasai. Aha, persis dengan yang Indonesia pernah dialami ketika dijajah Belanda.
Inggris menggunakan nasionalisme(kebangsaan) dan chauvinisme (kedaerahan) pada tubuh kaum Muslim, padahal kesatuan Negara Islam (khilafah Islam) lebih dari ikatan karena etnis, ikatan karena tanah airnya dll. Ikatan yang menyatukan kaum muslim dalam Khilafah adalah aqidah islam. Itulah sebabnya mengapa Khilafah mampu menguasai 2/3 dunia di masa kejayaannya. Namun pada saat pemahaman kaum muslim tentang Islam menurun akibat diremehkannya bahasa arab sebagai kunci untuk memahami Islam, maka negara barat/asing dapat dengan mudah melibatkan Khilafah Islam pada Perang Dunia I. Pada akhirnya Khilafah Islam kalah. Walhasil Inggrislah yang menguasai Khilafah Islam, dengan membagi-baginya menjadi beberapa wilayah kecil. Yup, menjadi lebih dari 50 negara yang sampai saat ini kita jumpai.
Sobat Muti..., sekarang kita bisa rasakan betapa kaum muslim tidaklah berdaya dihadapan orang kafir akibat tercerai berainya mereka. Emang, yang namanya tercerai berai sih bagai tubuh yang dimutilasi. Praktis, tangan engga bisa merasakan kaki, kaki juga engga’ bisa merasakan tngan. Padahal Rasul pernah mengumpakan tentang kecintaan seorang muslim dengan saudaranya seperti satu tubuh dalam HR. Bukhari Muslim, “Perumpamaan orang-orang yang beriman di daam saling cinta mencintai saling sayang menyayangi & saling kasih mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang mengaduh kesakitan maka anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” .Bahkan dalam Hadits Muadz riwayat Tirmidzi beliau menyatakan Hadits ini hasa shahih “Alah Aza Wajalla berfirman, “Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, mereka akan mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi dan syuhadapun tertarik oleh mereka”.

Padahal negara Eropa tidak pernah membayangkan bahwa umat Islam saat itu harus lenyap. Karena pada saat itu kekuatan kaum Muslimin begitu luar biasa. Kekuatan itu tak lain bersumber pada Islam itu sendiri. Mereka paham betul bahwa Islam mampu menyelesaikan seluruh persoalan mereka baik di dunia maupun di akherat. Hal inilah yang telah diketahui oleh bangsa penjajah pada saat itu. Hingga mereka berupaya untuk memisahkan kaum muslimin dari Islam yang sempurna, menjadi hanya Islam yang ritual. Mereka mengijinkan tegaknya tempat-tempat ibadah orang Islam, tapi tidak mengijinkan perjuangan orang Islam menuju supremasi hukum-hukum Islam. Terbukti dalam pembicaraan antara Rusia, Inggris dan Prancis tahun 1915 dalam suatu memorandum yang dajukan kepada Rusia, sebagai jawaban memorandum Rusia mengenai masalah ini. Prancis dan Inggris memasukkan 1 pasal yang menyatakan, “ Melindungi tempat-tempat suci di negeri-negeri Islam dan wilayah Arab di bawah pemerintahan negara Islam yang merdeka ”. Dan memorandum Rusia menjawab ,”Penanganan suatu keputusan yang krusial mengenai hubungan di masa mendatang antara negara-negara Islam yang akan anda dirikan di atas puing-puing reruntuhan Negara Ottoman (negara yang meliputi wilayah-wilayah Suriah, Irak, Palestina, Arab, Kilika, Armenia dan Kurdistan) dan memisahkan mereka dari Khilafah, merupakan suatu permasalahan bagi Pemerintahan Yang Mulia Tsar. Pemerintah Yang Mulia Tsar dengan tulus mengharap (anda) dapat menghapuskan Khilafah dari bangsa Turki, namun pada saat yang sama kami sungguh-sungguh berharap anda menjamin kebebasan melaksanakan ibadah haji dan tidak sedikitpun ikut campur dalam perkara-perkara yang dapat melukai kaum muslimin.”
Sobat Muti.., masih nongkrongin Muti Kan? Nah.. itulah sebabnya, meski seringkali dalil-dalil dari Al –Qur’an dan Sunnah di bacakan tentang persatuan kaum Muslimin, tapi tetep aja ada kaum muslim yang cekcok sana-sini. Karena pemahaman mereka telah di “Switch” (diputar balik) oleh penjajah. Kaum Muslim baru ngeh kalo di ajak kepada sholat, puasa , zakat, haji de el el. Tapi kurang ngeh jika di ajak untuk bersatu menerapkan syariah Islam. Naudzubillah... Moga engga terjadi deh pada Sobat Muti di rumah...

Bersama Kita Bisa
Nah Sobat Muti, tentunya pengen banget bukan, jika kita kaum muslim bener-bener bisa mengulang kembali ukhuwah Islam yang pernah terjalin antara kita? Dan yang pernah Rasul dan shahabat perjuangkan. Sehingga kita bisa saling bantu satu dengan yang lain. Kita enggak ngerasa bersalah-akibat ketidak berdayaan kita- ketika kita menyaksikan sodara semuslim teraniaya oleh Zionis Israel. Sedangkan kita hanya mampu meratap dan berdoa kepada-Nya. Akankah kita menunggu lebih banyak lagi korban berjatuhan akibat tercerai berainya kita?? Sobat Muti..., mari kita sama-sama menyongsong kesatuan umat Islam. Kesampingkan apa yang melekat pada kita: Kebangsaan, Suku, Etnis, Warna Kulit, Madzhab, Golongan dst. kecuali akidah Islam itu sendiri. Bukankah hanya akidah Islamlah yang memuliakan kita dan Islam? Yakni dengan penerapannya dan persatuan kaum muslimin sedunia. Allahu Akbar






Selengkapnya...

Sabtu, 28 Maret 2009

Jangan Pernah Persoalan Menguasai Diri Anda


Apapun yang anda hadapi saat ini jangan pernah persoalan menguasai diri anda

melainkan masuk didalam permasalahan dan selalu berdoa dan mengandalkan pada yang kuasa.Karena apapun yang anda hadapi saat ini Tuhan punya rencana yang indah. Bersyukurlah senantiasa.Dan percaya apapun badai yang engkau hadapi pasti akan berlalu.karena selama kita masih hidup didunia ini masalah tetap ada.Hadapi dengan sukacita selalu.Hidup ini seperti air sungai yang mengalir.dan juga merupakan irama musik yang kadang kala tinggi,rendah bahkan lebih lagi rendah tapi kalau kita hadapi dengan sukacita akan merupakan suatu alunan musik yang indah.





Selengkapnya...