Sabtu, 11 Desember 2010

Sa'ad bin Abi Waqqash ra.


Sa'ad bin Abi Waqqash ra. - Singa yang Menyembunyikan Kukunya


Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan menderita kelemahan diatas kelemahan dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu! Kepada-Ku tempat kembali. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Luqman: 14-15)




Ayat-ayat yang mulia ini mempunyai latar belakang kisah tersendiri dan mengejutkan; menyebabkan satu golongan diantara dua golongan yang bertentangan jatuh terbanting, berhubungan dengan pribadi seorang pemuda lemah lembut. Akhirnya kemenangan berada di pihak yang baik dan beriman.


Tokoh kisah ini ialah seorang pemuda Makkah, keturunan terhormat, dan dari ibu bapak yang mulia. Nama pemuda itu Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu.

Tatkala cahaya kenabian terpancar di kota Makkah, Sa'ad masih muda belia, penuh perasaan belas kasih, banyak bakti kepada ibu bapak, dan sangat mencintai ibunya. Walaupun Sa'ad baru menjelang usia 17 tahun, namun dia telah memiliki kematangan berpikir dan kedewasaan bertindak. Dia tidak tertarik kepada aneka macam permainan yang menjadi kegemaran pemuda-pemuda sebayanya. Bahkan dia mengarahkan perhatiannya untuk bekerja membuat panah, memperbaiki busur, dan berlatih memanah, seolah-olah dia sedang menyiapkan diri untuk suatu pekerjaan besar. Dia juga tidak puas dengan kepercayaan/agama sesat yang dianut bangsanya, serta kerusakan masyarakat, seolah-olah dia sedang menunggu uluran tangan yang kokoh kuat, penuh kasih sayang, untuk merubah keadaan gelap gulita menjadi terang benderang.

Sementara itu, Allah 'Azza wa Jalla menghendaki akan menaikkan harakat kemanusiaan yang telah merosot secara keseluruhan dan merata, melalui pribadi yang belas kasih itu, yaitu melalui penghulu segala makhluk, Muhammad bin Abdillah. Dalam genggamannya memancar sinar petunjuk keutuhan yang tidak tercela, yaitu Kitabullah.
Sa'ad segera memenuhi panggilan yang berisi petunjuk dan hak ini (agama Islam), sehingga dia tercatat sebagai orang ketiga atau keempat yang masuk Islam. Bahkan dia sering berucap dengan penuh kebanggaan, "Setelah aku renungkan selama seminggu, maka aku masuk Islam sebagai orang ketiga."

Rasulullah saw. sangat bersuka-cita dengan islamnya Sa'ad. Karena beliau melihat pada pribadi Sa'ad terdapat ciri-ciri kecerdasan dan kepahlawanan yang menggembirakan. Seandainya kini ia ibarat bulan sabit, maka dalam tempo singkat ia akan menjadi bulan purnama yang sempurna.

Keturunan dan status sosialnya yang mulia dan murni, melapangkan jalan baginya untuk mengajak pemuda-pemuda Makkah mengikuti langkahnya masuk Islam seperti dirinya. Di samping itu sesungguhnya Sa'ad termasuk paman Nabi saw. juga. Karena dia adalah dari Bani Zuhrah sedangkan Bani Zuhrah adalah keluarga Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah saw.

Rasulullah saw. sangat membanggakan pamannya. Pernah diceritakan, suatu ketika beliau sedang duduk-duduk beserta beberapa orang sahabat. Tiba-tiba beliau melihat Sa'ad bin Abi Waqqash datang. Lalu beliau berkata pada para sahabat yang hadir, "Inilah pamanku. Coba tunjukkan padaku siapa yang punya paman seperti pamanku!"

Tetapi, Islamnya Sa'ad tidak langsung memberikan kemudahan yang mengenakkan baginya. Sebagai pemuda muslim, dia ditantang dengan berbagai tantangan, ujian, serta cobaan-cobaan berat dan keras. Ketika cobaan-cobaan itu telah sampai dipuncaknya, Allah SWT menurunkan wahyu mengenai peristiwa yang dialaminya. Marilah kita dengarkan kisahnya.

Sa'ad bercerita, "Tiga malam sebelum aku masuk Islam, aku bermimpi, seolah-olah aku tenggelam dalam kegelapan yang tindih menindih. Ketika aku sedang mengalami puncak kegelapan itu, tiba-tiba aku lihat bulan memancarkan cahaya sepenuhnya lalu kuikuti bulan itu. Aku melihat tiga orang telah lebih dahulu berada dihadapanku mengikuti bulan tersebut. Mereka itu adalah Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar As-Shiddiq, aku bertanya kepada mereka, "Sejak kapan anda bertiga disini?" Mereka menjawab, "Belum lama." Setelah siang hari, aku mendapat kabar, Rasulullah saw. mengajak orang-orang mengajak kapada Islam secara diam-diam. Yakinlah aku sesungguhnya Allah SWT menghendaki kebaikan bagi diriku, dan dengan Islam Allah akan mengeluarkanku dari kegelapan kepada cahaya terang. Aku segera mencari beliau, sehingga bertemu dengannya pada suatu tempat ketika dia sedang salat Ashar. Aku menyatakan masuk Islam di hadapan beliau. Belum ada orang mendahuluiku masuk Islam, selain mereka bertiga, seperti yang terlihat dalam mimpiku.

Sa'ad melanjutkan kisahnya, "Ketika ibuku mengetahui aku masuk Islam, dia marah bukan kepalang. Padahal aku anak yang berbakti dan mencintainya. Ibu memanggilku dan berkata, "Hai Sa'ad! Agama apa yang engkau anut, sehingga engkau meninggalkan agama ibu bapakmu? Demi Allah Engkau harus meninggalkan agama barumu itu! Atau aku mogok makan minum sampai mati….! Biar pecah jantungmu melihatku, dan penuh penyesalan karena tindakanmu sendiri, sehingga semua orang menyalahkan dan mencelamu selama-lamanya."

Aku menjawab, "Jangan lakukan itu, Bu! Bagaimanapun juga aku tidak akan meninggalkan agamaku." Ibu tegas dan keras melaksanakan ucapannya. Beliau benar-benar mogok makan minum. Sehingga tubuh dan tulang-tulangnya lemah, menjadi tidak berdaya sama sekali. Terakhir, aku mendatangi ibu untuk membujuknya supaya dia mau makan dan minum walaupun agak sedikit. Tetapi ibu memang keras. Beliau tetap menolak dan bersumpah akan tetap mogok makan sampai mati, atau aku meninggalkan agamaku, Islam.

Aku berkata kepada ibuku, "Sesungguhnya aku sangat mencintai ibu. Tetapi aku lebih cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah! Seandainya ibu mempunyai seribu jiwa, lalu jiwa itu keluar dari tubuh ibu sata persatu (untuk memaksaku keluar dari agamaku), sungguh aku tidak akan meninggalkan agamaku karananya."

Tatkala ibu melihatku bersungguh-sungguh dengan ucapanku, dia pun mengalah. Lalu dia menghentikan mogok makan sekalipun dengan perasaan terpaksa. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw. yang artinya, "Dan kalau keduanya memaksa engkau menyekutukan-Ku (dengan) apa yang engkau tidak ketahui jangan diturut, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." Setelah Sa'ad masuk Islam, dia lantas berjasa terhadap Islam dan kaum muslimin dengan prestasi baik dan tinggi.

Dalam perang Badar, Sa'ad ikut berperang bersama-sama adiknya 'Umair. Ketika itu 'Umair masih muda remaja, belum lama mencapai usia baligh. Tatkala Rasulullah saw. memerintahkan tentara muslimin berkumpul dan bersiap sebelum berangkat perang, 'Umair bersembunyi-sembunyi, takut kalau-kalau dia tidak diperbolehkan Rasulullah turut berperang, karena usianya yang masih kecil. Tetapi Rasulullah tetap melihatnya, lalu tidak membolehkannya ikut. 'Umair menangis, sehingga Rasulullah merasa kasihan, dan akhirnya membolehkan 'Umair ikut berperang. Sa'ad mendatangi adiknya dengan gembira, lalu mengikatkan pedang di bahu 'Umair, karena tubuhnya yang kecil. Kedua bersaudara itu pergi berperang, berjuang bersama fi sabilillah. Seusai peperangan Sa'ad kembali ke Madinah seorang diri. Sedangkan adiknya, 'Umair, tinggal di bumi Badar sebagai syuhada. Sa'ad merelakan adiknya ke pangkuan Allah SWT dengan mengharap pahala dari-Nya.

Ketika tentara muslimin lari kocar-kacir dalam perang Uhud, Rasulullah saw. tinggal di medan tempur dengan kelompok kecil tentara muslimin tidak lebih dari sepuluh orang. Satu diantaranya adalah Sa'ad bin Abi Waqqash. Sa'ad berdiri melindungi Rasulullah saw. dengan panahnya. Tidak satupun anak panah yang dilepaskan Sa'ad dari busur melainkan mengenai sasaran dengan jitu, dan orang musyrik yang terkena, langsung tewas seketika. Tatkala Rasulullah saw. melihat Sa'ad seorang pemanah jitu, beliau berkata memberinya semangat, " Panahlah, hai Sa'ad! Panahlah …! Bapak dan ibuku menjadi tebusanmu!" Sa'ad sangat bangga sepanjang hidupnya dengan ucapan Rasulullah itu. Sehingga Sa'ad pernah pula berkata, "Tidak pernah Rasulullah berucap kepada seorang juapun, mempertaruhkan kedua ibu bapaknya sekaligus sebagai tebusan, melainkan hanya kepadaku."

Namun puncak kejayaan Sa'ad, adalah ketika Khalifah 'Umar Al-Faruq bertekad menyerang kerajaan Persia, untuk menggulingkan pusat pemerintahannya, dan mencabut agama berhala sampai keakar-akarnya di permukaan bumi. Khalifah 'Umar memerintahkan kepada setiap Gubernur dalam wilayahnya, supaya mengirim kepadanya setiap orang yang mempunyai senjata, atau kuda, atau setiap orang yang mempunyai keberanian, kekuatan, atau orang yang berpikiran tajam, yang mempunyai suatu keahlian seperti syi'ir, berpidato dan sebagainya, yang dapat membantu memenangkan perang. Maka tumpah ruahlah ke Madinah para pejuang muslim dari setiap pelosok.

Setelah semuanya selesai melapor, Khalifah 'Umar merundingkan dengan para pemuka yang berwenang, siapa kiranya yang pantas dan dipercaya untuk diangkat menjadi panglima angkatan perang yang besar itu. Mereka sepakat dengan aklamasi menunjuk Sa'ad bin Abi Waqqash, singa yang menyembunyikan kuku. Lalu Khalifah menyerahkan panji-panji perang kaum muslimin kepadanya dengan resmi, dalam pengangkatannya menjadi panglima.

Sewaktu angkatan perang yang besar itu hendak berangkat, Khalifah 'Umar berpidato memberi amanat dan perintah harian kepada Sa'ad. Umar berkata, "Hai Sa'ad! Janganlah engkau terpesona, sekalipun engkau paman Rasulullah, dan sahabat beliau. Sesungguhnya Allah tidak menghapus suatu kejahatan dengan kejahatan. Tetapi Allah menghapus kejahatan dengan kebaikan. Hai, Sa'ad! Sesungguhnya tidak ada hubungan kekeluargaan antara Allah dengan seorangpun melainkan dengan mentaati-Nya. Segenap manusia sama di sisi Allah, baik ia bangsawan atau rakyat jelata. Allah adalah Rabb mereka, dan mereka semuanya adalah hamba-hamba-Nya. Mereka berlebih-berkurang karena taqwa, dan memperoleh karunia dari Allah karena taat. Perhatikan cara Rasulullah yang engkau telah ketahui, maka tetaplah ikuti cara beliau itu".

Maka berangkatlah pasukan yang diberkati Allah itu menuju sasaran. Di dalamnya terdpat 99 orang bekas pahlawan perang Badar, lebih kurang 319 orang para sahabat yang tergolong dalam bai'at Ridwan, 300 orang pahlawan yang ikut dalam penaklukan Makkah bersama-sama Rasulullah saw., 700 orang putra-putra para sahabat, dan pejuang-pejuang muslim lainnya (yang keseluruhan berjumlah 30.000 orang). Sampai di Qadisiyah, Sa'ad menyiagakan seluruh pasukannya dan bertempur hebat. Pada hari Al-Harir kaum muslimin bertekad menjadikan hari itu sebagai hari yang menentukan. Mereka mengepung musuh dengan ketat, lalu maju ke depan dari segala arah, sambil membaca takbir.

Dalam pertempuran itu, kepala Rustam, panglima tentara Persia, berpisah dengan tubuhnya oleh lembing kaum muslimin. Maka masuklah rasa takut dan gentar ke dalam hati musuh-musuh Allah. Sehingga dengan mudah kaum muslimin menghadapi para prajurit Persia dan membunuh mereka. Bahkan kadang-kadang mereka membunuh dengan senjata musuh itu sendiri.

Sa'ad bin Abi Waqqash dikaruniai Allah usia lanjut. Dia dicukupi kekayaan yang lumayan. Tetapi ketika wafat telah mendekatinya, dia hanya meminta sehelai jubah usang. Ia berkata, "Kafani aku dengan jubah ini. Dia kudapatkan dari seorang musyrik dalam perang Badar. Aku ingin menemui Allah 'Azza wa jalla dengan jubah itu". Wallaahu a'lam bish showaab

Sumber: Shuwarum min Hayaatis Shahaabah, Abdulrahman Ra'fat Basya (Buku Shuwarum min Hayaatis Shahaabah oleh Abdulrahman Ra'fat Basya telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Media Da'wah dengan judul Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah)

http://www.arrahmah.com Selengkapnya...

Rabu, 13 Oktober 2010

Super Mom

Mom, you're a wonderful mother,
So gentle, yet so strong.
The many ways you show you care
Always make me feel I belong.




Mom, you're a wonderful mother,
So gentle, yet so strong.
The many ways you show you care
Always make me feel I belong.

You're patient when I'm foolish;
You give guidance when I ask;
It seems you can do most anything;
You're the master of every task.

You're a dependable source of comfort;
You're my cushion when I fall.
You help in times of trouble;
You support me whenever I call.

I love you more than you know;
You have my total respect.
If I had my choice of mothers,
You'd be the one I'd select!

By Joanna Fuchs
Selengkapnya...

Sebuah Pelajaran dari Bencana dan Musibah


Bencana dan musibah seakan datang silih berganti menimpa negeri kita tercinta; Indonesia.

Oleh Usup Supriyadi

Prolog
Bencana dan musibah seakan datang silih berganti menimpa negeri kita tercinta; Indonesia.

Dan, beberapa hari yang lalu, saudara kita di Wasior, terkena bencana alam berupa banjir bandang yang tak kenal apa yang dihadapannya; semua diterjang! Sekilas jika kita melihat cuplikan di video amatir warga yang selamat, banjir tersebut mengingatkan kita kepada peristiwa Tsunami Aceh dan Jebolnya Situ Gintung.


Peristiwa di Wasior menyisakan duka, air mata, dan tentu saja, hilangnya nyawa serta kerugian harta benda! Sebagai makhluk yang dikaruniai akal, tentu kita tidak hanya akan berhenti dan larut dalam duka dan kesedihan, serta tidak hanya membantu secara materi setelah itu merasa sudah berjasa karena saling membantu tanpa berintropeksi diri. Sudah selayaknya kita selalu mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan yang telah dinampakkan, sebagaimana firman-Nya :


إِنّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لاُوْلِي الأبْصَارِ


“Sesungguhnya pada yang demikian itu—yakni bencana dan musibah—terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati” (QS. Aali ‘Imran : 13).

Mengapa Tuhan Menimpakan Bencana dan Musibah pada kita?


Sebagian orang yang percaya—lepas dari taat atau tidak—akan adanya Tuhan pasti akan melontarkan pertanyaan tersebut baik diucapkan melalui lisan atau hanya didalam hati, mereka berpikir bahwa bencana dan musibah ini murni memang kehendak Tuhan, sehingga Tuhan terkesan menzalimi ciptaan-Nya sendiri?! Coba kita lihat apa yang dikatakan Tuhan. Dia berfirman;


وَمَآ أَصَابَكُمْ مّن مّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُواْ عَن كَثِيرٍ


“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Tuhan memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syuuraa : 30).

Dr. Muhammad bin Sulaiman Al-Asyqaar berkata dalam Zubdatut-Tafsiir tentang ayat di atas : “Yaitu bahwa musibah-musibah apa saja yang menimpa kalian, maka sesungguhnya (kalian ditimpa musibah itu) sebagai hukuman bagi kalian karena kemaksiatan-kemaksiatan yang dikerjakan tangan-tangan kalian, dan Dia memaafkan sebagian dari kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan oleh para hamba, sehingga tidak dihukum/dibalas”


Dan Firman-Nya;
وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيّئَةٍ فَمِن نّفْسِكَ


“Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari dirimu” (QS. An-Nisaa’ : 79).

Dari dua ayat tersebut, kita bisa menarik kesimpulan sebab asasi mengapa di negeri ini selalu ditimpa bencana serta musibah, belum usai satu, datang satunya lagi dengan jarak yang sangat berdekatan. Dan sebab asasi itu adalah segala tindakan manusia—khususnya para manusia yang tidak bertanggungjawab—yang bertindak tidak benar terhadap dirinya sendiri, sesama manusia serta terhadap lingkungan hidupnya! Banyak kisah dalam berbagai kitab suci—khususnya Al-Qur’an—yang mengkabarkan kepada kita bagaimana kisah-kisah umat terdahulu yang terkena bencana dan musibah beserta sebab asasinya, semuanya berakar kepada lupa dirinya kita sebagai manusia kepada-Nya, bumi ini memang diperuntukkan untuk kita, tapi ingat! Hanya satu-satunya! Silahkan buktikan atau carilah bumi lain jika tidak percaya! Di sini kita dilahirkan, hidup, serta kembali kepada-Nya.

Duhai,…..alangkah beruntungnya orang yang bisa mengambil pelajaran! Berkaitan dengan Wasior, sudah sejak jauh-jauh hari sebagian saudara kita yang bergelut dibidang kepedulian lingkungan memperingatkan kita—khususnya pemerintah—akan dampak berlebihannya sikap segelintir pengusaha yang dengan tanpa pedulinya mengeruk habis apa yang bisa dikeruknya! Pemerintah seharusnya jangan bersilat lidah agar lepas dari tanggungjawab serta melindungi mereka dengan dalih mereka memberikan kontribusi pajak serta membantu peningkatan ekonomi nasional (?) yang tidak sedikit; tapi, apakah sebanding dengan apa yang terjadi kini?! Astaghfirullah...

Dan, kepada para pengusaha yang bergelut dibidang pertambangan, perminyakan, dan perkayuan, cobalah untuk tidak bersikap berlebihan! Atau memang sudah tabiat para pengusaha dibidang seperti itu harus begitu? Na’uzubillah...Semoga Tuhan menjauhkan kita dari sikap berlebihan dan ketidakpedulian...

Dan teruntuk diri-diri kita semuanya, betapa sekarang ini menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk hidup selaras dengan alam. Kita harus merubah maindset kita, jangan hanya bagaimana cara mengambil manfaat dari lingkungan alam, tapi juga bagaimana kita bisa bermanfaat bagi kelestarian alam ini, demi kita sendiri, demi masa depan generasi kita, dan demi masyarakat internasional, sungguh, Indonesia adalah paru-paru dunia. Bukanlah hal yang mustahil, bahwa kiamat itu bisa datang lebih cepat dari yang kita duga, dan parahnya kiamat itu datang karena kita sendiri yang mempercepatnya dengan dalih memanfaatkan kekayaan dunia yang telah Tuhan karuniakan padahal kita justru merusaknya! Astaghfirullah...semoga kita termasuk orang-orang yang melestarikan bukan malah merusak...

Menyikapi Bencana dan Musibah


Secara umum ada tiga hal yang hendaknya dilakukan oleh kita agar terhindar dan terlepas dari bencana/musibah :


1. Iman, yaitu percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, dan apa yang telah Dia turunkan melalui Rasul-Nya. Iman ini mencakup ilmu dan amal dari hati dan anggota tubuh. Iman menuntut kita untuk meng-ESA-kan-Nya, menebarkan kebaikan ajaran agama berupa kasih sayang terhadap sesama manusia dan alam tempat tinggal kita.


2. Taqwa, yaitu mengerjakan segala apa yang diperintahkan-Nya dengan ikhlash dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya.


3. Taubat, yaitu meminta ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan oleh diri pribadi, keluarga, pemimpin, dan masyarakat secara keseluruhan.

Itu secara umum yang hendaknya dilakukan oleh kita. Lantas, untuk pemerintah dan pengusaha sebisa mungkin harus bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku, ketika peraturan melenceng harus segera diubah agar tidak terkesan memihak kepentingan materiil semata! Dan ketika peraturan itu dalam masa perubahan, tidakkah para pengusaha memiliki inisiatif untuk peduli tanpa harus menunggu dituntut harus peduli oleh sebuah aturan?!

Epilog
Hendaklah kita selalu ber-muhasabah (introspeksi) atas segala hal yang kita lakukan. Maslahat atau mudlarat. Jika maslahat, tentu kita mengharap kepada-Nya agar Dia menjadikannya sebagai amal shalih yang berguna bagi kita kelak. Dan sebaliknya, jika mudlarat, maka cepat-cepat kita memohon ampunan-Nya dan menutupnya dengan amal kebaikan agar terhindar dari bencana dan musibah. Janganlah kita merasa aman dari ujian serta cobaan Tuhan dengan tidur tenang di peraduan kita. Tuhan telah berfirman;


أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىَ أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتاً وَهُمْ نَآئِمُونَ * أَوَ أَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىَ أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ * أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ


“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur ? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain ? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Tuhan (yang tidak terduga-duga) ? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Tuhan kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al-A’raf : 97-99).

Kita adalah penduduk negeri Indonesia, dan saudara kita di Wasior adalah juga satu kesatuan dengan kita. Ini menjadi sebuah pertanda, bahwa bisa jadi disuatu daerah dalam satu negeri yang penduduknya taat, ditimpa bencana dan musibah akibat dari ulah tangan manusia di daerah lainnya di negeri yang sama. Misalnya, kita di sini juga ternyata bersikap boros dan konsumtif terhadap produk tertentu yang diambil dari alam, menjadi pendorong para pengusaha berbuat berlebihan demi memenuhi kebutuhan kita, padahal di sisi lain ada saudara kita yang terancam. Di sinilah, bencana dan musibah yang menimpa mereka dijadikan jalan oleh Tuhan sebagai bentuk pelajaran dan teguran bagi semua penduduk negeri. Tapi, semuanya kembali kepada kita, apakah kita mau mengambil pelajaran atau tidak. Apa mesti ditimpa bencana dan musibah dulu secara langsung dan keseluruhan, baru saya (dan Anda ?) mau mengambil pelajaran?! Na’uzubillah...


وَاتّقُواْ فِتْنَةً لاّ تُصِيبَنّ الّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصّةً


“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan (fitnah, bencana, dan musibah) yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja di antara kamu” (QS. Al-Anfaal : 25).

Semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa, menjauhkan kita dan memberikan kekuatan kepada kita agar bisa menjauhkan diri dari sikap zalim terhadap sesama dan alam sekitar kita. Amin. O ya, jangan lupa untuk mereka yang memiliki harta berlebih sisihkanlah untuk membantu para korban, dan kita semua jangan pernah putus berdo’a!


Wa Allaahu A’lam Selengkapnya...

Senin, 11 Januari 2010

Ayin, FACIAL di Penjara


Artalyta Suryani (Ayin) terpergok memiliki ruangan khusus di Rutan Pondok Bambu dengan fasilitas mewah. Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Depkum HAM Untung Sugiono menyatakan ruangan itu terbuka untuk umum bukan untuk Ayin seorang. Apa iya… Hwra kadag…


Menurut Untung, ruangan yang terpergok Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sebagai ruangan Ayin sebenarnya adalah ruangan ketrampilan Rutan Pondok Bambu. (Masih pinter aja ngeles)

"Ruang tersebut terbuka untuk umum dan untuk kepentingan umum pula," kata Untung dalam jumpa pers di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (11/1/2010).

Bener-bener hokum di negeri kita Indonesia bobrok… yang mbok mencuri 3 buah kakao saja bias 7 bulan ancamannya… nah ini si Ayin yang nyuap ber ratusan juta Oknum hokum dinegeri ini malah berleha-leha di Hotel Prodeo… bagaimana bias Jera. Menurut Luthfi Afandi, S.H. - Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran salah satu penyebab bobroknya hokum di negeri ini adalah Sanksi Hukum Tidak Menimbulkan Efek Jera. Padahal, salah satu tujuan diterapkannya sanksi bagi pelaku kejahatan, agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi. Untuk itu, seharusnya pelaku dihukum dengan sanksi yang membuat jera. Sebagai contoh, pembunuhan yang disengaja (Pasal 338 KUHP) hanya dikenakan sanksi paling lama penjara 15 tahun, Pencurian (Pasal 362 KUHP) hanya dikenakan sanksi penjara paling lama 5 tahun. Hubungan badan (perzinahan) sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 284 KUHP, hanya dikenakan sanksi paling lama 9 bulan penjara.

Sanksi yang tidak menimbulkan efek jera sebagaimana contoh diatas alih-alih menekan angka kejahatan, yang terjadi malah jumlah penjahat dan residivis terus meningkat yang berakibat pemerintah kewalahan untuk membiayai makan para napi/tahanan. Bahkan negara harus hutang sebesar 144,6 milyar kepada rekana1n LP/rutan.

Hal tersebut tentunya juga diperkuat dengan sistem pemidanaan penjara yang justru memberi peluang terpidana mengulangi kejahatan yang pernah dilakukan. Di penjara, terpidana bukan hanya dapat bebas “belajarâ” trik melakukan kejahatan yang lebih besar, bahkan disinyalir saat ini penjara malah menjadi tempat yang nyaman melakukan pelecehan seksual, seperti kasus sodomi dan lesbi, kasus pemerasan, dan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kasus-kasus kejahatan itu tidak hanya terjadi di antara narapidana, tetapi juga bisa dengan pihak lain, seperti pegawai LP atau pengunjung.
Ala kuli hal, emang hokum di negeri ini dibangun pada pondasi yang bobrok,, jadi wajar jika akibatnya kyak ginie..
Sistem hukum dan peradilan di Indonesia sangat dipengaruhi dan dilandasi oleh sistem hukum dan peradilan Barat yang sekular, yakni bersamaan dengan kemunculan sistem demokrasi pada abad gelap pertengahan (the dark middle age) yang memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menetapkan hukum tanpa terikat oleh ajaran agama (Kristen). Sumber pokok Hukum Perdata di Indonesia (Burgerlijk Wetboek) berasal dari hukum perdata Perancis, yaitu Code Napoleon (1811-1838), yang karena pendudukan Perancis di Belanda berlaku di juga negeri Belanda (1838). Sementara di Indonesia, mulai berlaku sejak 1 Mei 1848 bersamaan dengan penjajahan Belanda. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP atau Wetboek van Strafrecht yang mulai berlaku sejak 1 Januari 1918 setelah sebelumnya diberlakukan tahun 1873 juga merupakan copy dari KUHP untuk golongan Eropa (1867) dan KUHP untuk golongan Eropa juga merupakan copy dari Code Penal, yaitu Hukum Pidana di Perancis zaman Napoleon (1811). Begitu juga dengan hukum acara perdata dan pidana yang juga berasal dari Barat, walaupun dengan penyesuaian.

Dengan demikian menjadi jelas, bahwa sistem hukum dan peradilan di Indonesia merupakan produk Barat Sekular yang mengesampingkan Al-Khaliq sebagai pencipta manusia, alam semesta dan kehidupan ini. Sehingga dapat dipastikan produk hukum yang dikeluarkan pasti tidak (akan) sempurna dan memiliki banyak kelemahan.



Selengkapnya...

Rabu, 06 Januari 2010

'Melawan' buku George secara khusus


'Hanya Fitnah &; Cari Sensasi, George Revisi Buku'
Buku berjudul 'Hanya Fitnah &; Cari Sensasi, George Revisi Buku' segera diluncurkan. George Aditjondro diminta untuk hadir dalam peluncuran buku tersebut.

"Kami minta dengan sangat hormat agar George Aditjondro hadir sebagai tamu kehormatan," kata penulis buku Hanya Fitnah &; Cari Sensasi, George Revisi Buku', Setiyardi kepada detikcom, Selasa (5/1/2010) malam.

Setiyardi menjelaskan, kedatangan George sangat dinantikan. Pasalnya, buku tersebut lahir untuk 'melawan' buku George secara khusus. Setiyardi bahkan menjamin George akan diberi ruang seluas-luasnya untuk memberikan tanggapan.

"Saya jamin George tidak akan dipukul. Ini acara damai. Kita hanya ingin semua pihak mendapat kekayaan informasi dengan buku ini," katanya.Yahoo.com


Buku dilawan buku... tapi kalo brani mengapa nggak pake jalur hukum saja... takut yaa... Bukan Apa-apa apa distrust terhadap Hukum kita yang akhir-akhir ini bener-bener tajam ke bawah tapi tumpul ke atas ...
Kalo.. mau jujur.. yah beginilah jika pake hukumnya manusia.. kalo ngerasa mempersulit posisi jabatannya.. tinggal buat hukum baru.. RUU baru.. beres... Apa lagi dg oknum-oknum penegak hukum yg kian korup.. semakin lengkaplah kebobrokan hukum di negeri kita


Selengkapnya...

RIN SAKURAGI IKON BARU PORNOGRAFI


PORNO LAGI, PORNO LAGI
Rin Sakuragi, bokep asal Jepang ini akan main dalam film horor berjudul Suster Keramas yang akan diproduksi Maxima Pictures. Walaupun dulu sempat gagal untuk menghadirkan sang bokep asal Jepang Maria Ozawa aka Miyabi dalam film Menculik Miyabi bersama Maria Ozawa dan Raditya Dika, kini Maxima Pictures kembali mencoba menghadirkan bintang bokep asal Jepang yang lain, yaitu Rin Sakuragi dalam film Suster Keramas ini.


fiwhh.. bisa bikin keki nihh.. maxima Pictures, emangnya nggak bisa to bikin film yang kreatif... semua-muanya berbau porno.. mau dikemanakan moral bangsa ini.... sepertinya maxima bener-bener mo nantangin umat Islam... ini seperti yang dikemukakan Aminudin (Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Aminudin Yakub)
“Maxima sedang memancing dan menantang kemarahan umat Islam dengan film-film porno mereka. Mereka (Maxima-red) sangat tidak menghormati norma dan etika sosial,” jelas Aminudin.

Ia juga menilai pemerintah terkesan lembek dalam memberantas media-media pornografi. Padahal Indonesia merupakan negara terbesar berpenduduk Muslim. Ia mencontohkan sikap yang ditunjukan pemerintah China. Meski bukan negara Muslim, tapi China menindak 50.000 warganya yang mengakses pornografi.





Selengkapnya...

Rabu, 11 November 2009

Rahasia Kepintaran Orang Yahudi


Mengapa orang yahudi kepintarannya diatas rata-rata? ternyata, ada budaya baik dari mereka sendiri yang sampai saat ini masih mereka jalankan. Mau tahu jawabannya…… inilah jawabannya……





Mengapa orang yahudi kepintarannya diatas rata-rata? ternyata, ada budaya baik dari mereka sendiri yang sampai saat ini masih mereka jalankan. Mau tahu jawabannya…… inilah jawabannya……

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas?
Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali.
Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri?
Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?
Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok?
Anda fikirlah sendiri?



Selengkapnya...

KETEGASAN SYARIAT ISLAM DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI


Di Indonesia, korupsi agaknya telah menjadi persoalan yang amat kronis. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri dengan jumlah yang dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia


Korupsi yang selama ini berjalan memiliki metode yang jelas, yaitu buat pendapatan sekecil mungkin dan buat pengeluaran sebesar mungkin. Bentuknya beraneka ragam, pelakunya pun bermacam-macam. Ada korupsi yang dilakukan oleh pemegang kebijakan. Misalnya, mereka menentukan dibangunnya suatu proyek yang sebenarnya tidak perlu atau memang perlu tapi di tempat lain, menentukan kepada siapa proyek harus jatuh, menentukan jenis investasi pada perusahaan hampir bangkrut milik pejabat, dan mengharuskan BUMN bekerja sama dengan perusahaan swasta tertentu tanpa memperhatikan faktor ekonomis. Korupsi juga dilakukan pada pengelolaan uang negara seperti uang yang belum/sementara tidak dipakai sering diinvestasikan dalam bentuk deposito, bunganya mereka ambil, bahkan seringkali mereka mendapat premi dari bank; BUMN pengelola uang pensiunan atau asuransi menginvestasikan uang tersebut untuk kepentingan pribadi,atau bahkan di perusahaannya pribadi. Korupsi juga kerap terjadi pada pengadaan dalam bentuk membeli barang yang sebenarnya tidak perlu untuk memperoleh komisi, membeli dengan harga lebih tinggi dengan cara mengatur tender, membeli barang dengan kualitas dan harga tertentu tetapi barang yang diterima kualitasnya lebih rendah, selisih harganya masuk ke saku pejabat, atau barang dan jasa yang dibeli tidak diterima seluruhnya, sebagiannya digunakan oleh pejabat. Begitu pula korupsi terjadi pada penjualan barang dan jasa, pengeluaran, dan penerimaan

Walhasil, korupsi di Indonesia telah menggurita. Wajar selama kurun lima tahun terakhir, Indonesia menduduki tidak kurang dari peringkat kelima negara terkorup. Korupsi tentu saja sangat merugikan keuangan negara. Di samping itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi, juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara menjadi tidak optimal. Korupsi juga makin menambah kesenjangan akibat memburuknya distribusi kekayaan. Bila sekarang kesenjangan kaya dan miskin sudah demikian menganga, maka korupsi makin melebarkan kesenjangan itu karena uang terdistribusi secara tidak sehat (tidak mengikuti kaidah-kaidah ekonomi sebagaimana mestinya). Koruptor makin kaya, rakyat yang miskin makin miskin. Akibat lainnya, karena uang gampang diperoleh, sikap konsumtif jadi terangsang. Tidak ada dorongan ke pola produktif, sehingga timbul inefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi.

Pengusutan Korupsi, Suatu Kewajiban
Korupsi adalah suatu jenis perampasan terhadap harta kekayaan rakyat dan negara dengan cara memanfaatkan jabatan demi memperkaya diri. Dibantah atau tidak, korupsi memang dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. Ibarat penyakit, korupsi dikatakan telah menyebar luas ke seantero negeri. Terlepas dari itu semua, korupsi apa pun jenisnya merupakan perbuatan yang haram. Nabi saw. menegaskan: “Barang siapa yang merampok dan merampas, atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni bukan dari umat Muhammad saw.)” (HR Thabrani dan al- Hakim). Adanya kata-kata laisa minna, bukan dari golongan kami, menunjukkan keharaman seluruh bentuk perampasan termasuk korupsi.
Lebih jauh lagi, Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis yang berasal dari ‘Addiy bin ‘Umairah al-Kindy yang bunyinya, “Hai kaum muslim, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang. Lalu, kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti… . Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak diberikan janganlah diambil.”

Sabdanya lagi, “Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka, dan diharamkan masuk surga.” Seorang sahabat bertanya,“Wahai Rasul, bagaimana kalau hanya sedikit saja?’ Rasulullah saw. menjawab, “Walaupun sekecil kayu siwak” (HR Muslim, an-Nasai, dan Imam Malik dalam al-Muwwatha).

Dilihat dari aspek keharamannya, jelas perkara haram tersebut harus dihilangkan, baik ada yang menuntutnya ataupun tidak. Demikian pula kasus korupsi, tanpa ada tuntutan dari rakyat pun sudah merupakan kewajiban pemerintah untuk mengusut, menyelidiki, dan mengadilinya.

Apalagi, ditinjau dari sisi lain, korupsi ini menyangkut perampasan terhadap milik rakyat dan negara. Padahal, yang namanya pemimpin merupakan “pengembala” rakyatnya. Kata Nabi saw., “Sesungguhnya pemimpin itu (imam) adalah pengembala, dan ia pasti dimintai pertanggungjawabannya tentang apa yang digembalakan itu.” Bila ditafakuri karakter pengembala, maka akan tampak bahwa sang pengembala ia akan mencari makanan untuk gembalaannya, bila sakit diobati, ada nyamuk dibuatkan api unggun, dan bila tubuhnya kotor dimandikan di sungai. Artinya, hal-hal yang merupakan kebutuhannya dipenuhi dan hal-hal yang membahayakannya dicegah dan dilawan. Realitanya, harta yang dikorupsi merupakan harta rakyat dan negara. Bila dibiarkan, rakyatlah yang akan mendapatkan kerugian finansial. Yang semestinya rakyat yang menikmati, gara-gara korupsi rakyat menjadi setengah mati. Seorang pemimpin sejati, pasti tidak akan membiarkan kondisi seperti ini. Bila tidak, ia telah berkhianat terhadap akad sebelum ia menjadi pemimpin. Padahal, Allah Swt. di dalam terjemahan surat al-Maa-idah (5): 1 menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman tepatilah akad-akadmu … .”

Ada suatu teladan dari Umar bin Khaththab. Di dalam kitab Thabaqat, Ibnu Sa’ad mengetengahkan kesaksian asy-Syi’bi yang mengatakan, “Setiap mengangkat pemimpin, Khalifah Umar selalu mencatat kekayaan orang tersebut. Selaain itu, bila meragukan kekayaan seorang penguasa atau pejabat, ia tidak segan-segan menyita jumlah kelebihan dari kekayaan yang layak baginya, yaang sesuai dengan gajinya.” Tampak jelas bahwa sikap Umar bin Khaththab progresif dalam mengusut kasus korupsi. Beliau tidak menunggu terlebih dahulu tuntutan dari rakyat. Selain itu, sederhana sekali rumus yang diberikan beliau. Bila kekayaan yang ada sekarang tidak mungkin diperoleh dengan gaji yang didapatkan selama sekian lama menjabat, pasti kelebihan kekayaannya tersebut hasil korupsi. Jelaslah, diperlukan sikap tegas dan serius dari pemerintah untuk mengusut, menyelidiki, dan mengadili orang yang diduga melakukan korupsi karena ini merupakan kewajibannya.

Pemberantasan Korupsi Perspektif Syariat Islam
Sesungguhnya terdapat niat cukup besar untuk mengatasi korupsi. Bahkan, telah dibuat satu tap MPR khusus tentang pemberantasan KKN, tapi mengapa tidak kunjung berhasil? Tampak nyata bahwa penanganan korupsi tidak dilakukan secara komprehensif, sebagaimana ditunjukkan oleh syariat Islam berikut:
Pertama, sistem penggajian yang layak. Aparat pemerintah harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Hal itu sulit berjalan dengan baik bila gaji tidak mencukupi. Para birokrat tetaplah manusia biasa yang mempunyai kebutuhan hidup serta kewajiban untuk mencukup nafkah keluarga. Agar bisa bekerja dengan tenang dan tidak mudah tergoda berbuat curang, mereka harus diberikan gaji dan tunjangan hidup lain yang layak. Berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup aparat pemerintah, Rasul dalam hadis riwayat Abu Dawud berkata, “Barang siapa yang diserahi pekerjaan dalam keadaan tidak mempunyai rumah, akan disediakan rumah, jika belum beristri hendaknya menikah, jika tidak mempunyai pembantu hendaknya ia mengambil pelayan, jika tidak mempunyai hewan tunggangan (kendaraan) hendaknya diberi. Adapun barang siapa yang mengambil selainnya, itulah kecurangan”.

Kedua, larangan menerima suap dan hadiah. Hadiah dan suap yang diberikan seseorang kepada aparat pemerintah pasti mengandung maksud agar aparat itu bertindak menguntungkan pemberi hadiah. Tentang suap Rasulullah berkata, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap” (HR Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, Rasul berkata, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur” (HR Imam Ahmad). Suap dan hadiah akan berpengaruh buruk pada mental aparat pemerintah. Aparat bekerja tidak sebagaimana mestinya. Di bidang peradilan, hukum ditegakkan secara tidak adil atau cenderung memenangkan pihak yang mampu memberikan hadiah atau suap.

Ketiga, perhitungan kekayaan. Setelah adanya sikap tegas dan serius, penghitungan harta mereka yang diduga terlibat korupsi merupakan langkah berikutnya. Menurut kesaksian anaknya, yakni Abdullah bin Umar, Khalifah Umar pernah mengalkulasi harta kepala daerah Sa’ad bin Abi Waqash (Lihat Tarikhul Khulafa). Putranya ini juga tidak luput kena gebrakan bapaknya. Ketika Umar melihat seekor unta gemuk milik anaknya di pasar, beliau menyitanya. Kenapa? Umar tahu sendiri, unta anaknya itu gemuk karena digembalakan bersama-sama unta-unta milik Baitul Mal di padang gembalaan terbaik. Ketika Umar menyita separuh kekayaan Abu Bakrah, orang itu berkilah “Aku tidak bekerja padamu“. Jawab Khalifah, “Benar, tapi saudaramu yang pejabat Baitul Mal dan bagi hasil tanah di Ubullah meminjamkan harta Baitul Mal padamu untuk modal bisnis !” (lihat Syahidul Aikral). Bahkan, Umar pun tidak menyepelekan penggelapan meski sekedar pelana unta (Lihat Kitabul Amwal).

Apa yang dilakukan Umar merupakan contoh baik bagaimana harta para pejabat dihitung, apalagi mereka yang disinyalir terlibat korupsi. Seluruh yayasan, perusahaan-perusahaan, ataupun uang yang disimpan di bank-bank dalam dan luar negeri semuanya diusut. Kalau perlu dibuat tim khusus yang independen untuk melakukannya, seperti halnya Muhammad bin Maslamah pernah diberi tugas khusus oleh Umar untuk hal tersebut. Baru setelah itu, dibuktikan lewat pengadilan.

Di dalam buku Ahkamul Bayyinat, Syekh Taqiyyuddin menyatakan bahwa pembuktian itu bisa berupa pengakuan dari si pelaku, sumpah, kesaksian, dan dokumentasi tertulis. Kaitannya dengan dokumentasi tertulis ini Allah Swt. menegaskan di dalam al-Quran, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya. Hendaklah penulis di antara kalian menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya…” (QS al-Baqarah [2]: 282). Bila dicermati, penulisan dokumen ini sebenarnya merupakan bukti tentang siapa yang berhak dan apa yang terjadi. Oleh karena kata “maka tuliskanlah (faktubuh)” dalam ayat tersebut umum, maka mencakup semua muamalah dan semua dokumen termasuk perjanjian, katabelece, keputusan pemerintah yang dibuatnya, dan lain-lain.

Di samping itu, pembuktian pun dilakukan dengan pembuktian terbalik. Bila semua bukti yang diajukan tidak diterima oleh terdakwa, maka terdakwa itu harus membuktikan dari mana harta itu diperoleh dan harus pula menunjukkan bahwa hartanya itu bukan hasil korupsi. Hal ini bisa dilihat dari apa yang dicontohkan oleh Umar bin Khaththab. Ketika Umar menyita separuh kekayaan Abu Bakrah, orang itu berkilah, “ Aku tidak bekerja padamu “. Jawab Khalifah, “Benar, tapi saudaramu yang pejabat Baitul Mal dan bagi hasil tanah di Ubullah meminjamkan harta Baitul Mal padamu untuk modal bisnis !” Setelah itu, Abu Bakrah tidak dapat membuktikan bahwa dakwaan Umar tersebut salah. Ia tidak dapat menunjukkan bahwa hartanya itu bukan hasil nepotisme. Akhirnya, Umar pun tetap pada putusannya (Lihat Syahidul Aikral). Cara inilah yang sekarang dikenal dengan istilah pembuktian terbalik yang sebenarnya sangat efektif mencegah aparat berbuat curang. Tapi anehnya cara ini ditentang untuk dimasukkan dalam perundang-undangan.

Keempat, teladan pemimpin. Khalifah Umar menyita sendiri seekor unta gemuk milik putranya, Abdullah bin Umar, karena kedapatan digembalakan bersama di padang rumput milik Baitul Mal Negara. Hal ini dinilai Umar sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara. Demi menjaga agar tidak mencium bau secara tidak hak, Khalifah Umar bin Abdul Azis sampai menutup hidungnya saat membagi minyak kesturi kepada rakyat. Dengan teladan pemimpin, tindak penyimpangan akan mudah terdeteksi sedari dini. Penyidikan dan penyelidikan tindak korupsi pun tidak sulit dilakukan. Tapi bagaimana bila justru korupsi dilakukan oleh para pemimpin? Semua upaya apa pun menjadi tidak ada artinya sama sekali.

Kelima, hukuman setimpal. Pada galibnya, orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakaan dirinya. Hukuman dalam Islam memang berfungsi sebagai zawajir (pencegah). Artinya, dengan hukuman setimpal atas koruptor, diharapkan orang akan berpikir sekian kali untuk melakukan kejahatan itu. Dalam Islam, tindak korupsi bukanlah seperti pencurian biasa yang pelakunya dipotong tangannya. “Perampas, koruptor, dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan” (HR Ahmad, Ashabus Sunan, dan Ibnu Hibban). Akan tetapi, termasuk jarîmah (kejahatan) yang akan terkenai ta’zir. Bentuknya bisa berupa hukuman tasyh’ir (berupa pewartaan atas diri koruptor – dulu diarak keliling kota, sekarang bisa lewat media massa). Berkaitan dengan hal ini, Zaid bin Khalid al-Juhaini meriwayatkan Rasulullah pernah memerintahkan para sahabat untuk menshalati seorang rekan mereka yang gugur dalam pertempuran Hunain. Mereka, para sahabat, tentu saja heran, karena seharusnya seorang yang syahid tidak disembahyangi. Rasul kemudian menjelaskan, “Sahabatmu ini telah berbuat curang di jalan Allah.” Ketika Zaid membongkar perbekalan almarhum, ia menemukan ghanimah beberapa permata milik kaum yahudi seharga hampir 2 dirham (lihat al- Muwwatha ). Atau, bisa juga sampai hukuman kurungan. Menurut Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzamul ‘Uqubat fil Islam (hlm. 190), hukuman kurungan koruptor mulai 6 bulan sampai 5 tahun. Namun, masih dipertimbangkan banyaknya uang yang dikorup. Bila mencapai jumlah yang membahayakan ekonomi negara, koruptor dapat dijatuhi hukuman mati.

Keenam, kekayaan keluarga pejabat yang diperoleh melalui penyalahgunaan kekuasaan diputihkan oleh kepala negara (Khalifah) yang baru. Caranya, kepala negara menghitung kekayaan para pejabat lama lalu dibandingkan dengan harta yang mungkin diperolehnya secara resmi. Bila dapat dibuktikan dan ternyata terdapat kenaikan yang tidak wajar, seperti dilakukan Umar, kepala negara memerintahkan agar menyerahkan semua kelebihan itu kepada yang berhak menerimanya. Bila harta kekayaan itu diketahui siapa pemiliknya yang sah, maka harta tersebut–katakanlah tanah–dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, apabila tidak jelas siapa pemiliknya yang sah, harta itu dikembalikan kepada kas negara (Baitul Mal). Namun, bila sulit dibuktikan, seperti disebut di dalam buku Tarikhul Khulafa, Khalifah Umar bin Khaththab membagi dua kekayaan mereka bila terdapat kelebihan dari jumlah semula, yang separuh diambil untuk diserahkan ke Baitul Mal dan separuh lagi diberikan kepada mereka.

Ketujuh, pengawasan masyarakat. Masyarakat dapat berperan menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Masyarakat yang bermental instan akan cenderung menempuh jalan pintas dalam berurusan dengan aparat dengan tak segan memberi suap dan hadiah. Adapun masyarakat yang mulia akan turut mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak aparat yang mengajaknya berbuat menyimpang. Demi menumbuhkan keberanian rakyat mengoreksi aparat, Khalifah Umar di awal pemerintahannya menyatakan, “Apabila kalian melihatku menyimpang dari jalan Islam, maka luruskan aku walaupun dengan pedang”. Dengan pengawasan masyarakat, korupsi menjadi sangat sulit dilakukan. Bila ditambah dengan teladan pemimpin, hukuman yang setimpal, larangan pemberian suap dan hadiah, serta dengan pembuktian terbalik dan gaji yang mencukupi, insya Allah korupsi dapat diatasi dengan tuntas.

Inilah pentingnya seruan penerapan syariat Islam guna menyelesaikan segenap problem yang dihadapi negeri ini, termasuk dalam pemberantasan korupsi. Karena itu, selamatkan Indonesia dan seluruh umat dengan syariat.

Artikel/ kajian ini kami nukil dari salah satu komentar (Pangeran Islam) di blog ini, (kabarNet

Selengkapnya...

Minggu, 02 Agustus 2009

Untuk Sebuah Cinta


Untuk sebuah cinta, ia rela menempuh perjalanan jauh. Berangkat dari Singkawang menuju Pontianak dengan menggunakan motor dan menempuh perjalanan selama 3,5 jam. Disambung dengan menggunakan pesawat Pontianak - Jakarta selama 1,5 jam. Lalu diteruskan dengan menggunakan bis dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju Bandung selama 4 jam. Dan terakhir, menempuh perjalanan Bandung - Yogyakarta dengan menggunakan mobil selama 12 jam.


Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan tenaga. Perjalanan Singkawang - Pontianak - Jakarta - Bandung - Yogyakarta, ia tempuh sekitar 30 jam. Satu hari penuh tanpa istirahat yang cukup, tentu menguras tenaga yang dapat membuat fisik drop. Belum lagi selama mengikuti kegiatan silaturrahim yang acaranya lumayan padat.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan pekerjaan. Demi silaturrahim dengan rekan-rekannya sesama Klab Santri, ia berani mengajukan ijin meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari, padahal status kepegawaiannya masih terbilang baru.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan biaya. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya dalam perjalanan tersebut. Rejeki yang baru ia dapatkan, digunakannya untuk keperluan silaturrahim.

Untuk sebuah cinta, ia rela mengorbankan waktu yang selalu diisi dengan rutinitasnya. Ketika bersilaturrahim selama beberapa hari di Bandung, Yogyakarta, dan Solo, tentu ia meninggalkan beberapa rutinitasnya yang mungkin bisa dibilang penting.

Itulah salah seorang sohib saya. Dalam waktu yang singkat, ia memutuskan untuk mengikuti silaturrahim Klab Santri Road to Jogja. Secara logika, untuk melakukan perjalanan jauh, tentu membutuhkan persiapan yang matang, waktu yang cukup, dan biaya yang tidak sedikit. Namun, karena ia melakukan semua itu untuk sebuah cinta; cinta akan silaturrahim, cinta akan kebersamaan, cinta akan ukhuwah, dan tentunya cinta karenaNya, maka semuanya terasa begitu mudah.

Ya, dengan mudahnya ia mendapatkan rejeki dan mengeluarkan sejumlah biaya yang begitu besar. Dan dengan mudahnya pula ia mendapatkan ijin dari atasannya untuk meninggalkan pekerjaan selama beberapa hari. Serta berbagai kemudahan lainnya yang ia dapatkan ketika bersilaturrahim.

Ia yakin, dengan menjalin silaturrahim karenaNya, maka apa yang ia lakukan tidaklah sia-sia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan?" Sabda Rasulullah SAW, "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturrahim, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan." (HR. Ibnu Majah).
oleh Mujahid Alamaya
http://kotasantri.com/santri/alaMaya



Selengkapnya...

Rabu, 08 April 2009

RAIH KECANTIKAN SEJATI


Hari ini aku merenung sendiri
Mematung menghadap kaca bening di kamarku
Dalam kesunyian aku berkata :
“Ternyata masih banyak kekurangan yang aku punya”
Mungkin perlu ada perubahan dalam diriku
Mungkin juga perlu perombakan untuk mengubah semua ini
(Feryanto Hadi : Penulis buku “Cantik Tanpa Lipstik seperti Siti Khadijah”)




Assalamu’alaikum shobat Muti, yang caem…. Ayoo..ngaku mikir apa barusan setelah baca puisi di atas ? jujur, kalo Muti seh setelah menyelami aliran kata en makna puisinya Kang Fery (ciee.. kaya’ sungai aja jeng?), Muti jadi mikir gini..:” Ya Allah,… ternyata Muti kok masih juga banyak salah ya, masiih banyak aja dosa-dosa yang melingkupi diri… , Muti tuh masih juga ngerasa banyak kekurangan (pastinya bukan kurang ajar). Tapi,, yups.. mulai detik ini juga, Muti mau kok berubah.. Yaa Rabb help me!!.. Bantu diriku ya..!!

Eitts !! hentikan dulu..!!, hampir aja Muti lupa nyapa sobat Muti semua..Oya, shobat Muti yang imyut-imyut semua kayfahalukum fi hadzihil fursoh?? Bikhoir aja kan jeng? Alhamdulillah, Muti sueneng buanget loh jika denger kabar ente semua baek-baek en sehat-sehat aja. Masih setia dong langganan Muti ? (itung-itung nambah ilmu en pahala dech),, btw, Muti ada oleh-oleh do’a nie buat kamyu semua.. “ Ya Allah, pada hari ini Muti bersimpuh menghadapMu, tolong Ya Allah jadikan sobat Muti, remaja yang sholeh en sholehah, taat en patuh kepadaMu, ikhlas menjauhi laranganMu. Jadikan mereka generasi bintang yang senantiasa merindukan surgaMu en tak terlena dengan gemerlapnya dunia. Semoga do’a Muti Engkau kabulkan Ya Allah. Amiin.
(Hiks.. hiks..hiks…), napa ente semua pada nangis..? Terharu niyee..? Makanya jangan bosen-bosen bergaul ma Muti. Isya Allah Muti bakalan rajin mendoakan kamyu semua. Masih banyak stok do’anya. Cz, as u know, bukankah qita bersodara pren? (masih inget dong Muti edisi lalu?)
Nah, sekarang dilanjut discuss puisinya..!!! capchuuss. Intinya nih, puisi tersebut ngingetin qita akan arti sebuah ‘perubahan’. Ngemeng-ngemeng (pinjem bahasanya Tukul) kalo qita bicara soal ‘perubahan’, berarti ada yang belum pas dong!! Ada yang belum bener!! Emang napa juga dirubah-rubah kalo udah cocok? Tul nggak? Jayyid jiddan!! Bener banget !! Mahir bener Mut ente hare ne!! eh, Muti mah Insya Allah emang mahir ^_^ ( gak hari ini aja kale..), Muti kan gak pernah bosen-bosen untuk mengkaji Islam. Kayak lagunya Slank “Jangan Takut, ayo keluar, hadapi dunia DENGAN MENGAJI”. Shobat Muti, jangan pernah malez ya untuk blajar Islam. Biar ente smua mahir kaya Muti.. he..he..
Berubah itu wajib en perlu bro. coz, emang sekarang kita ni sedang ada yang gak bener. Perubahan yang dimaksud adalah ‘perubahan’ kearah yang lebi baik. Oke deh Muti, jadi misalnya saja dari yang jelek jadi Cantik geto?

CANTIK ITU….

PASTINYA!!.ente musti inget, bahwa baik buruknya sesuatu yang bisa nentuin cuman Allah doang. (Loh kok geto Mut??) ya, iyalah (g pake ya iya dong), Allah kan yang menciptakan kita. Jadi hanya Dialah yang tahu apa yang baik buat hambanya. Masuk akal kan?
Soal cantik..?? banyak orang mengartikannya adalah wanita yang memiliki tubuh tinggi semampai, ramping, sexy, kulit putih, rambut lebat, hidung mancung, de el el (yah gak jauh2 dari Aura Kasih, Luna Maya, Nia Ramadhani, Nadine, BCL geto) yang laen?? Lewat bro…!!!
So, thats why cewek-cewek rela berbondong-bondong merobah tubuhnya kayak mereka abiz-abizan. Meski kudu ngerogoh kocek dalem-dalem (sstt, konon bea perawatan tubuh bisa nyampe 10 juta hingga 30 juta Coy!!) Gimana enggak mahal, kalo bisa kita daftar, banyak banget tuh ‘senjata’ buat cantik ex: krim pemutih en penghalus wajah, pembesaran/pengencangan paudara en sebangsanya, operasi sedot lemak, tranplantasi bulu mata, bulu rambut, bulu hidung (upss..), de el el. Meski kudu pasang muka melaz ma nyokap agar diijinin NYALON, en berjuta pengorbanan laen demi status CANTIK..!! (Makan tuh CANTIK!!!)
Tapi eitts.. bener gak sih Cantik musti kaya geto?

ISLAM MEMAKNAI KECANTIKAN
Btw, girls..Islam sebagai agama sekaligus sebagai sistem kehidupan punya aturan yang unik en komplit tentang seluruh aspek kehidupan. Islam membahas konsep tentang bagaimana seorang muuslimah musti berpenampilan en kepada siapa dia boleh menampakkannya.
Dalam Islam standar untuk bertingkah laku, termasuk berpenampilan adalah halal – haram yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta, Allah SWT. Di depan laki-laki yang bukan mahrom, wanita muslimah wajib alias kudu menutup aurat (seluruh tubuh kecuali muka en telapak tangan), yaitu mengenakan jilbab en khimar alias kerudung. Persis dengan firman Allah “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (TQS. A Ahzab : 59) juga di TQS. An Nur : 31 yang berbunyi “Dan Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung ke dada mereka” .

Nah, kamyu udah paham kan? Jadi kamyu-kamyu yang muslimah gak perlu rempong (repot) untuk ngeluarin duit berjuta-juta hanya untuk berhias, mempercantik (bertabaruj)yang berlebihan dengan produk2 mahal. Gak perlu juga make baju-baju yang sempit en kurang bahan, menonjolkan lekukan-lekukan tubuh. Kerena sesungguhnya Allah tidak melihat kemuliaan hambaNya dari bentuk fisiknya.
Seperti hadits Nabi :”Sesungguhnya Allah SWT tidak memandang postur tubuh kalian dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaan kalian tetapi Allah SWT memandang pada hati dan amal perbuatan kalian” (HR. Muslim & Ath Thabrani dari Abu Hurairah).
Nah.. yang taat en patuh sa perintah ALLAH gini nih yang disebut: WANITA SHOLEHAH, begitulah dia populer dipanggil sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Dunia adalah perhiasan & sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholehah”

Sobat Muti.. bagi yang cewek.. Semoga kamyu menjadi wanita sholehah. Amiin. Asal tahu saja, dari diri wanita sholehah selalu terpancar kecantikan sejati (inner beauty). Dikisahkan, kelak di surga para bidadari akan malu & iri kepada wanita shalihah yang selama di dunia senantiasa patuh kepada allah SWT.

GIMANA DONG?
Nih Muti kasih bocoran agar kita bisa jadi Muslimah yang Te O Pe Be Ge Te. Asal ente mau usaha :
1. Mengkaji Islam, sampe pikiran kita en perbuatan kita Islam semua.
2. Hiasi diri dengan amal sholeh. Kalo Islam memerintahkan suatu perkara langsung aja di kerjakan, jangan tawar menawar. Begitu juga larangannya, langsung saja ditinggalkan, jangan dipiara.
3. Sebarkan Islam yang kamu tahu. Meski cuman 1 ayat. Jadi, yang paham Islam mah bukan kamu melulu, agar Ajiib yang juga musti tau non!! Agar kita bisa masuk suga rame-rame.

Sobat Muti, buruan deh kita berubah jadi rajin en semangat. Bagi yang masih ogah-ogahan make kerudung en jilbab, jangan tunda saudariku.. sekaranglah waktunya untuk berubah, InsyaAllah masih beri kesempatan kita jika kita punya kehendak yang kuat untuk bertobat. Marilah kita mengenakan ‘busana surga’ yang didesain khusus oleh Sang Arsitektur untuk kita Muslimah.. ALLAHU AKBAR..!! Wassalamu’alaikum. (SM)



Selengkapnya...

Senin, 30 Maret 2009

So How ???


“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” Ali Imran :103


Mewujudkan ukhuwah Islamiyyah memang bukan hal yang mudah. Tapi eits..,bukan pula hal yang mustahil. Jadi ada beberapa hal yang musti kita lakukan :
Mengkaji Islam secara utuh.
Berdakwah, agar pemahaman ummat tentang Islam menjadi utuh dan murni , serta menyeru kepada para penguasa-penguasa kaum muslim agar mau bersatu. Dan menyingkirkan kepentingan-kepentingan Negara mereka masing-masing..
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” An Nahl : 125.
Menyingkap rencana-rencana asing yang telah mengadu-domba kaum muslimin.

Menyatukan kaum Muslimin dalam lembaga yang satu, yang pernah di contohkan oleh Rasul dan para sahabat yakni Khilafah Islam.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi….”. An Nur :55
Okey,,, sobat Muti Tunggu apa lagi..? yuk… bareng-bareng kita songsong persatuan kaum muslimin.. Allahu Akbar..


Selengkapnya...

Ukhuwah Yang Di Rindukan


"Saudaraku..
Kapan kita ‘kan kembali berjabat mesra
Bila kepongahan dan keangkuhan
Semakin hari kian menggila ?
Bila nafsu untuk menguasai
Menghancurkan dan merendahkan
Begitu menggebu dan kian rakusnya?


Saudarku..
Kapan kita kan berpeluk sayang
Bila senyuman dan manisnya kata-kata hanya fatamorgana
Bila tangan lebih suka berkubang dalam kotoran dan amisnya darah
Mencekik dan menyantap bangkai sesama menghalalkan segala cara
Saudaraku kapan musuh kan gemetar melihat kita
Bila kita masih terburai tak tahu bagiannya
Masing-masing berebut segala corak dan bentuk berhala dunia?
Bila tujuan tak lagi Mulia
Mengharap status dan kehormatan semata ?
Saudaraku..
Lupakan segala kepongahan dan keangkuhan
Kita berada bukan untuk apa-apa
Hanya menghamba kepada-Nya
Saudaraku
Rengkuh aku dalam mesramu
Jabat erat tanganku dengan segenap cintamu
Biarkan kita melebur dan menyatu
Hingga musuh-musuh tidak lagi kuasa
Meluluhkan azam yang menyala
Wahai Sang Penggenggam Alam Semesta
Hanya kepada-Mu kami mengadu
Hanya Engku Yang Maha Perkasa
Hamba mohon Ya.. Rabb...
Satukan hati kami dalam ukhuwah yang dalam nikmat Iman dan Islam”
(Karya : NN)

Wah.. lama nih ga’ ketemuan ama Sobat Muti.. Kayfahaluka neh..?. Moga teuteup baek-baek aja en pastinya chiayo-chiayo.. Emmm udah berapa bulan.. ya... kira-kira 3 bulan geto deh ya.. kangen berat neh.. Mutinya..
Ngomong-ngomong neh, udah banyak banget yach kejadian-kejadian belakagan ini yang menggembirakan atopun yang menyedihkan macam tragedi Palestina yang sempat menyedot perhatian dunia. Ada 1 hal yang lekat banget di benak Muti, yakni gak kompaknya negeri muslim menghadapi satu negeri macam Israel. Muti sempat gak abiz pikir, napa juga ya 1 negeri zionis Israel yang dengan sombongnya dan membabi buta dapat dengan mudahnya membantai sodara-sodara seiman kita di Palestina dengan tanpa pembelaan sedikitpun dari negeri muslim lain di luar Palestina? Jangankan mengirimkan tentaranya sebagai tanda perlawanan terhadap kebiadaban Israel, sekedar membuka pintu perbatasan di Raffah untuk masuknya bantuan logistik dan medis Mesir –yang negeri Muslim- saja, enggan dilakukannya. Inikah yang disebut dengan ukhuwah?Ini pulakah yang disebut satu tubuh?
Kesatuan yang Terkoyak.
Sobat Muti, Padahal Rasul pernah bersabda, “Janganlah kamu sekalian saling dengki mendengki saling tipu menipu, saling marah memarah dan saling benci membenci. Muslim yang satu adalah bersodara dengan Muslim yang lain.Oleh karena itu, tidak boleh menganiaya membiarkan dan menghinanya. Takwa itu ada di sini,Rasul menunjuk dadanya tiga kali.Seseorang itu cukup dianggap jahat bila ia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim yang satu terhadap Muslim yang lain itu haram mengganggu darahnya, hartanya dan kehormatannya (HR. Muslim)
Sobat Muti, sayangnya kaum Muslim gak sepenuhnya paham dan “ngeh” tentang arti persatuan (Ukhuwah Islamiyyah) Karenanya Negara Islam yang sempat menjadi negara Adidaya lebih dari 14 abad lamanya luluh lantah oleh perpecahan diantara mereka. Gimana engga’ terpisah-pisah Negara Islam kala itu, Inggris – sebagai penjajah- telah menggunaan upaya (devide et impera) –pecah belah dan kuasai. Aha, persis dengan yang Indonesia pernah dialami ketika dijajah Belanda.
Inggris menggunakan nasionalisme(kebangsaan) dan chauvinisme (kedaerahan) pada tubuh kaum Muslim, padahal kesatuan Negara Islam (khilafah Islam) lebih dari ikatan karena etnis, ikatan karena tanah airnya dll. Ikatan yang menyatukan kaum muslim dalam Khilafah adalah aqidah islam. Itulah sebabnya mengapa Khilafah mampu menguasai 2/3 dunia di masa kejayaannya. Namun pada saat pemahaman kaum muslim tentang Islam menurun akibat diremehkannya bahasa arab sebagai kunci untuk memahami Islam, maka negara barat/asing dapat dengan mudah melibatkan Khilafah Islam pada Perang Dunia I. Pada akhirnya Khilafah Islam kalah. Walhasil Inggrislah yang menguasai Khilafah Islam, dengan membagi-baginya menjadi beberapa wilayah kecil. Yup, menjadi lebih dari 50 negara yang sampai saat ini kita jumpai.
Sobat Muti..., sekarang kita bisa rasakan betapa kaum muslim tidaklah berdaya dihadapan orang kafir akibat tercerai berainya mereka. Emang, yang namanya tercerai berai sih bagai tubuh yang dimutilasi. Praktis, tangan engga bisa merasakan kaki, kaki juga engga’ bisa merasakan tngan. Padahal Rasul pernah mengumpakan tentang kecintaan seorang muslim dengan saudaranya seperti satu tubuh dalam HR. Bukhari Muslim, “Perumpamaan orang-orang yang beriman di daam saling cinta mencintai saling sayang menyayangi & saling kasih mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang mengaduh kesakitan maka anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” .Bahkan dalam Hadits Muadz riwayat Tirmidzi beliau menyatakan Hadits ini hasa shahih “Alah Aza Wajalla berfirman, “Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, mereka akan mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi dan syuhadapun tertarik oleh mereka”.

Padahal negara Eropa tidak pernah membayangkan bahwa umat Islam saat itu harus lenyap. Karena pada saat itu kekuatan kaum Muslimin begitu luar biasa. Kekuatan itu tak lain bersumber pada Islam itu sendiri. Mereka paham betul bahwa Islam mampu menyelesaikan seluruh persoalan mereka baik di dunia maupun di akherat. Hal inilah yang telah diketahui oleh bangsa penjajah pada saat itu. Hingga mereka berupaya untuk memisahkan kaum muslimin dari Islam yang sempurna, menjadi hanya Islam yang ritual. Mereka mengijinkan tegaknya tempat-tempat ibadah orang Islam, tapi tidak mengijinkan perjuangan orang Islam menuju supremasi hukum-hukum Islam. Terbukti dalam pembicaraan antara Rusia, Inggris dan Prancis tahun 1915 dalam suatu memorandum yang dajukan kepada Rusia, sebagai jawaban memorandum Rusia mengenai masalah ini. Prancis dan Inggris memasukkan 1 pasal yang menyatakan, “ Melindungi tempat-tempat suci di negeri-negeri Islam dan wilayah Arab di bawah pemerintahan negara Islam yang merdeka ”. Dan memorandum Rusia menjawab ,”Penanganan suatu keputusan yang krusial mengenai hubungan di masa mendatang antara negara-negara Islam yang akan anda dirikan di atas puing-puing reruntuhan Negara Ottoman (negara yang meliputi wilayah-wilayah Suriah, Irak, Palestina, Arab, Kilika, Armenia dan Kurdistan) dan memisahkan mereka dari Khilafah, merupakan suatu permasalahan bagi Pemerintahan Yang Mulia Tsar. Pemerintah Yang Mulia Tsar dengan tulus mengharap (anda) dapat menghapuskan Khilafah dari bangsa Turki, namun pada saat yang sama kami sungguh-sungguh berharap anda menjamin kebebasan melaksanakan ibadah haji dan tidak sedikitpun ikut campur dalam perkara-perkara yang dapat melukai kaum muslimin.”
Sobat Muti.., masih nongkrongin Muti Kan? Nah.. itulah sebabnya, meski seringkali dalil-dalil dari Al –Qur’an dan Sunnah di bacakan tentang persatuan kaum Muslimin, tapi tetep aja ada kaum muslim yang cekcok sana-sini. Karena pemahaman mereka telah di “Switch” (diputar balik) oleh penjajah. Kaum Muslim baru ngeh kalo di ajak kepada sholat, puasa , zakat, haji de el el. Tapi kurang ngeh jika di ajak untuk bersatu menerapkan syariah Islam. Naudzubillah... Moga engga terjadi deh pada Sobat Muti di rumah...

Bersama Kita Bisa
Nah Sobat Muti, tentunya pengen banget bukan, jika kita kaum muslim bener-bener bisa mengulang kembali ukhuwah Islam yang pernah terjalin antara kita? Dan yang pernah Rasul dan shahabat perjuangkan. Sehingga kita bisa saling bantu satu dengan yang lain. Kita enggak ngerasa bersalah-akibat ketidak berdayaan kita- ketika kita menyaksikan sodara semuslim teraniaya oleh Zionis Israel. Sedangkan kita hanya mampu meratap dan berdoa kepada-Nya. Akankah kita menunggu lebih banyak lagi korban berjatuhan akibat tercerai berainya kita?? Sobat Muti..., mari kita sama-sama menyongsong kesatuan umat Islam. Kesampingkan apa yang melekat pada kita: Kebangsaan, Suku, Etnis, Warna Kulit, Madzhab, Golongan dst. kecuali akidah Islam itu sendiri. Bukankah hanya akidah Islamlah yang memuliakan kita dan Islam? Yakni dengan penerapannya dan persatuan kaum muslimin sedunia. Allahu Akbar






Selengkapnya...

Sabtu, 28 Maret 2009

Jangan Pernah Persoalan Menguasai Diri Anda


Apapun yang anda hadapi saat ini jangan pernah persoalan menguasai diri anda

melainkan masuk didalam permasalahan dan selalu berdoa dan mengandalkan pada yang kuasa.Karena apapun yang anda hadapi saat ini Tuhan punya rencana yang indah. Bersyukurlah senantiasa.Dan percaya apapun badai yang engkau hadapi pasti akan berlalu.karena selama kita masih hidup didunia ini masalah tetap ada.Hadapi dengan sukacita selalu.Hidup ini seperti air sungai yang mengalir.dan juga merupakan irama musik yang kadang kala tinggi,rendah bahkan lebih lagi rendah tapi kalau kita hadapi dengan sukacita akan merupakan suatu alunan musik yang indah.





Selengkapnya...

Senin, 23 Februari 2009

KIAMAT


Tahun 2012 memang penuh dengan kontroversi. Dalam buku ‘Apocalypse 2012’ (Lawrence E.Joseph: 2007), penulis berdarah Lebanon yang menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New Mexico ini dipaparkan dengan sangat jelas dan juga ilmiah tentang kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut.



Bencana itu antara lain: siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.
Medan magnet bumi yang berfungsi sebagai pertahanan utama bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak bahkan ada yang sampai sebesar kota California di sana-sini. Pergeseran kutub juga tengah berlangsung.
Tata surya kita tengah memasuki medan awan energi antar bintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari serta atmosfer planet-planet. Para ahli geofisika Rusia berpendapat bahwa ketika bumi akan memasuki awan energi tersebut di tahun 20120 hingga 2020 dan akan menimbulkan bencana besar yang belum pernah ada sebelumnya.
Fisikawan UC Berkeley menyatakan dinosaurus serta spesies lainnya telah punah akibat tumbukan asteroid raksasa 65 juta tahun silam. Menurut siklus yang diperhitungkan secara ilmiah, seharusnya hal itu sudah terjadi lagi di saat-saat sekarang.
Supervulkan Yellowstone yang memiliki siklus letusan dahsyat setiap 600 hingga 700 ribu tahun tengah bersiap untuk meletus kembali. Beberapa perhitunmgan ilmiah lainnya turut mendukung pandangan ini.
Menariknya, ramalan bangsa Maya (juga suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya) di dalam kalendernya dengan detil mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah. Suku Maya merupakan salah satu suku kuno di dunia ini yang dikenal sebagai suku yang sangat detil memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya.
Kitab kuno dari Cina, I Ching, juga menyatakan akan terjadi bencana besar di tahun 2012.
Beberapa ativitas modern juga terkait dengan tahun 2012, yakni dateline modernisasi besar-besaran Pentagon paska ditubruk rudal dalam peristiwa 11 September 2001, batas akhir pelaksanaan Codex Alimentarius yang berupaya mengurangi populasi manusia di bumi dengan rekayasa genetika dan makanan transgenik, dan sebagainya.
Seorang tokoh spiritual Yahudi dunia bernama Titzchak Qadduri jauh-jauh hari sudah menyerukan kaum Yahudi agar sesegera mungkin meninggalkan daratan Amerika Serikat karena menurut perhitungannya, sebuah komet atau asteroid raksasa tengah meluncur di alam semesta dan mengarah serta akan menumbuk menuju daratan Amerika.
Semua itu merupakan ramalan-ramalan para pakar di bidangnya masing-masing.Menurut Islam, kiamat adalah hal yang tidak bias dihindarkan. Hanya saja, kita tidak akan pernah tahu kapan pastinya akan terjadi. Bisa dua jam lagi, bisa besok, atau entah kapan. Umat Islam adalah umat akhir zaman.
Hari ini kita tengah menghadapi bencana nyata yakni krisis global yang sebentar lagi akan tiba di Indonesia. PHK massal, ratusan ribu pekerja sangat mungkin terjadi, juga bangkrutnya sejumlah kegiatan usaha. Hal ini ditambah dengan keputus-asaan masyarakat kita yang kian hari kian hidup susah. Kekecewaan ini menumpuk tatkala melihat para tokoh dan pejabat negara hidup dalam kemewahan. Bisa jadi, dalam waktu dekat kita akan menghadapi bencana lain di negeri ini, apalagi Pemilu 2009 kian dekat dan elit politik kita masih saja bagaikan orang-orang autis yang tidak peka terhadap kesulitan hidup dan kemiskinan rakyat di sekelilingnya. (www.eramuslim.com)




Selengkapnya...

Senin, 01 Desember 2008

Cangkir Yang Cantik

Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir
yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya. "Kau benar,
inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak
cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah
liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan
kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.. Kemudian ia mulai memutar-mutar
aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu
berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop
! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa
menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam
perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku
lagi.

Tapi orang ini berkata "belum !" Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian
itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.
Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda
dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku
berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada
seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari
sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku
berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia
terus membakarku.

Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar
dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca.
Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di
hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan
penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Saudara, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi
inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi
cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.

"Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh
ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU
menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang
matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu
apapun.

" Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena
Allah sedang membentuk anda. Bentukan - bentukan ini memang menyakitkan
tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya
Allah membentuk anda.

{sumber : milist}





Selengkapnya...

Sabtu, 18 Oktober 2008

Krisis jilid 2

Sobat Muti, yang Jamil end Jamilah.. Muti mau ucapin Met Hari Raya Idul Fitri 1429 H. ”Taqobalallahu mina wa minkum, Minal Aidin wal faizin Maaf Lahir “Batin.. Gimana.. Hari Raya Taon ini.. Wahh.., pastinya hepi yah..


Bisa kumpul bareng ma sodara-sodara en handai taulan yang lama ndak bisa ketemu, plus maaf-maafannya kale.. pa lagi kalo kumpul barengnya ma makan-makannya sekalian.. he he.. ada opor ayam, ketupat, kue-kue kering khas lebaran.. wuih.. pokoknya hepi deh… en pa lagi sama yang atu ini (Angpao) dari Om, Tante, Bapak, end Eyang yang udah jadi tradisi tahunan.


Tapi.. non.., kita musti bersyukur loch bias ketemu ma Hari Raya taon ini. Pastinya setelah Beres ngelewatin Ramadhan dengan penuh ketaatan padaNya. Ditambah lagi dengan kebahagiaan yang udah Muti jelasin di atas. Pa lagi ndak semua orang bisa heppi kayak kamyu.. ada disana bahkan banyak dari mereka.. orang-orang yang ndak bisa kumpul ma keluarganya, boro-boro kumpul bareng ma keluarga.., mereka masih musti muter otak buat makan besok. Disudut-sudut kota Tulungagung neh contohnya.. ndak jarang loch kita jumpai GEPENG (gelandangan Pengangguran) yang malang melintang mengais-ngais rizqi demi sesuap nasi. Yaa... mesqi ndak sebanyak kota Metropolitan macam Jakarta ya.. Sobat Muti.
Yang nambah sedih lagi nih Sobat Muti.. setelah berhepi-hepi di Bulan yang penuh dengan Kemenangan ini (itu bagi yang bisa hepi.. yang udah susah yahh ^_^)...kita musti dihadapain ma krisis ekonomi di negeri kita tercinta ini.. (Yah.. meski ada yg bilang Cuma krisis keuangan saja)...Tahu..kan Kamyu tentang kabar ini. (Wah.. nggak gaul neh kalo nggak ngarti)..Makanya non Buka Mata Buka Telinga.. en lebih penting lagi Buka tuh Pikiran Kamyu. So Kamyu bisa ”Ngeh” sama bagaimana ”Termehek-meheknya” masyarakat kecil akibat krisis ini. En Bisa jadi kamyu akan menjai korban selanjutnya.. (Hi...HI.. Atut..)
Kabarnya neh.. Negeri kita ini Cuma kena imbasnya doang.. artinya sebenarnya bukan negeri yang error perekonomiannya..(Tapi, kalo ndak error kenapa Daya Tahan Tubuhnya lemah Ya..). Seperti diberitakan di Mass Media Harga saham yang tercatat dan diperdagangkan di bursa-bursa utama di seluruh dunia, kembali berjatuhan akibat pengaruh jebloknya indeks saham utama di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS),pekan lalu. Konon akibat kredit macet perumahan di AS. Yah.. kena deh Indonesia.. akibatnya nilai mata Uang Rupiah terjun bebas sampai menembus Rp 10000/dolar artinya terjadi inflasi yang ruar biasa.
Pemerintahpun langsung menutup BEI beberapa hari. Dan Selang beberapa hari BEI dibuka. Karena takut indeks Sahamnya akan Jatuh. Karena takut ada investor yang berebut narik keuntungan dari situasi kaya gini. .. (Ngarti kagak..??)
Emmh.. gini aja.. sebenarnya kejadian kaya gini dulu pernah ada di 1997/1998. Meski ada yang bilang beda. Tapi intinya sama... yakni Krisis keuangan. Yang jadi pertanyaan. Kok AS yang Krisis kita juga ikut-ikutan krisis seh Mut..? Check this Out..!!

Kalo mau Jujur ya Sobat Muti…, Indonesia sekarang neh sebenarnya sedang menjalankan Ekonomi Kapitalistik. Kapital = Modal.. (Sederhananya Sistem Ekonomi yang mengutamakan Kapital/Uang).. Dan sejujurnya juga.. hampir seluruh dunia adalah penganut dari sistem ekonomi ini. Jadi jika Mbahnya Sistem (Amerika) ini mengalami krisis wajar jika cucu-cucunya juga kena imbasnya.
Sistem ekonomi Kapitalis dibangun di atas 3 pilar utama, yang meliputi:1) sistem Perseroan Terbatas (PT) —yang di dalamnya memperjualbelikan saham—,2) sistem bank ribawi dengan suku bunga serta, 3) standar mata uang kertas (kurs). Adanyaketiga sistem ini mengakibatkan adanya dua macam pasar dalam sistem ekonomi kapitalis, yaitu: Pertama, Pasar ekonomi riil/nyata (tempat produksi dan pemasaran bagi barang dan jasa nyata berlangsung. Di sektor inilah terjadi peningkatan ataupun penurunan kualitas hidup masyarakat yang sesungguhnya, tempat manusia beraktivitas memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya secara nyata. Di sektor ini, manusia harus melakukan aktivitas produktif (menghasilkan barang dan atau jasa secara riil) untuk mendapatkan penghasilan.

Kedua adalah ekonomi non riil atau sektor moneter, yang merupakan ekonomi parasit tempat berlangsungnya penjualan dan pembelian berbagai macam kertas berharga. Kertas-kertas ini dianggap sebagai kontrak yang mengikat, cek ataupun sekuritas yang mewakili hak yang dapat ditransfer dan diperjualbelikan oleh satu pihak kepada pihak yang lain. Ini semua tidak punya kaitan apapun dengan ekonomi riil. Parasit ekonomi ini telah berkembang sampai nilai transaksinya telah melampaui transaksi yang terjadi dalam ekonomi riil. Padahal dalam sektor ini, manusia tidak perlu melakukan aktivitas produktif (menghasilkan barang dan atau jasa secara riil) untuk mendapatkan penghasilan. Sehingga bisa dibayangkan, laju pekembangan ekonomi yang meningkatkan taraf hidup masyarakat secara riil akan sangat terhambat dalam kondisi seperti ini.
Ada hubungan erat dari ketiga pilar tadi non.. jika salah satu pilar berubah akan berpengaruh terhadap salah satu atau kedua pilar yang lain, di samping —tentu saja— akan mempengaruhi sektor ekonomi riil. Secara global dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bursa Saham & Bank Riba
Nilai saham di bursa bisa mengalami turun dan naik. Teorinya, ketika kondisi nilai saham relatif stabil, maka banyak orang yang lebih memilih melakukan investasi di bursa ketimbang berspekulasi membeli dolar atau menyimpan uang di bank dengan mengharapkan bunga. Akibatnya, indeks saham perusahaan yang bersangkutan menguat di bursa, sehingga semakin banyak dana yang dikucurkan ke perusahaan. So perusahaan bisa berkembang, seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi (secara kuantitas maupun kualitas) sekaligus meningkatnya jumlah angkatan kerja yang bisa tertampung. Otomatis, akan menaikkan taraf hidup para pekerja.
Namun, ambisi para investor untuk memperoleh keuntungan dengan cepat (tanpa menunggu deviden/laba dari perusahaan) membuat keadaan dengan mudah berbalik. Ketika investor udah dapat laba dan melepas sahamnya ke bursa, indeks saham akan menurun. Ini berarti investasi menyusut (bahkan bisa sampai minus).Produksi juga berkurang, tenaga kerja juga mesti dikurangi. Maka, terjadilah gelombang PHK, yang akan menurunkan taraf hidup para pekerja (kalangan kelas bawah).
Sistem bank riba adalah bencana utama dalam ekonomi kapitalistik. Bank menghimpun dana dari masyarakat melalui tabungan dan deposito kemudian memanfaatkan uang tersebut seolah-olah bukan uang milik nasabah. Karena ternyata bank meminjamkan dana ini kepada para kapitalis (konglomerat) dan pengusaha, termasuk para spekulan di bursa saham, baru kemudian kepada para deposan sendiri. Untuk itu bank mensyaratkan tingkat suku bunga (kredit) tertentu pada setiap pinjaman.
Faktanya, para pemilik bank yang konglomerat dan teman-temannya mendapatkan prioritas memperoleh pinjaman, bahkan dengan tingkat suku bunga yang telah dikurangi. Kapitalis dan pengusaha lainnya mendapatkan prioritas berikutnya, alasannya resiko akan lebih kecil bila peminjam merupakan pemilik bank sendiri. Barulah prioritas terakhir diberikan kepada pengusaha kecil dan rakyat kebanyakan. Bias ini terlihat pada perbedaan tingkat suku bunga pinjaman yang ada pada masing-masing pinjaman ini. Di Amerika misalnya, suku bunga kredit sebesar 5.8% diberlakukan kepada para konglomerat dan perusahaan-perusahaan besar dan 20% diberlakukan untuk pinjaman yang diberikan untuk pembelian mobil (oleh masyarakat). Akhirnya, bisa dilihat bahwa sistem bank ribawi ini menyebabkan beredarnya uang terjadi hanya pada segelintir orang dan kembali uang akan terakumulasi di kalangan para kapital.
Tinjauan Syariah
Setelah di atas diuraikan kebobrokan yang ditimbulkan oleh PT (saham), dan bunga ribawi, maka berikut ini akan dikupas bahasan syara yang telah secara tegas mengharamkan kaum muslimin melibatkan diri dalam lingkaran perekonomian kapitalis.
Sistem PT memberikan pertanggungjawaban yang terbatas kepada perseroan dengan tujuan untuk melindungi para kapitalis dan pengusaha jika terjadi kegagalan dalam usaha. Dalam kasus terjadinya kegagalan ini, orang-orang yang memiliki klaim tidak akan dapat menuntut kompensasi apapun dari para investor, sekalipun aset pribadi yang mereka miliki sangat besar. Klaim finansial hanya dapat ditujukan untuk aset yang masih tersisa di perseroan.
Sistem ini bertentangan dengan syariah dari semua aspeknya. Islam mewajibkan kepada setiap muslim untuk membayarkan hutang kepada yang berhak, dan melarang mengambil potongan sedikitpun darinya. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:
Barangsiapa meminjam uang dari orang lain dengan niat akan membayarnya kembali, maka Allah akan membayarkannya untuknya. Dan barangsiapa yang meminjamnya dengan niat untuk membinasakannya, maka Allah akan membinasakan dia pula.
Islam telah menilai perbuatan menunda pembayaran hutang sebagai tindakan yang tidak adil, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda yang artinya :Penundaan (atas pembayaran utang) oleh orang kaya adalah tidak adil.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita bahwa orang yang terbaik adalah orang yang terbaik dalam pembayaran hutang, sebagaimana diriwayatkan Bukhari bahwa Rasulullah bersabda:

Sungguh, orang yang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik dalam menunaikan hutangnya.

Karena itulah, maka menghilangkan pembayaran hutang kepada mereka yang memiliki klaim atas suatu perusahaan, setelah pengumuman kebangkrutan (atau likuidasi) suatu usaha adalah sangat terlarang. Seharusnya mereka mendapatkan apa-apa yang menjadi milik mereka berupa hak-hak ataupun piutang secara penuh dari aset yang dimiliki oleh para investor.
Dari nash-nash syara di atas kita dapatkan bahwa syara telah mengharamkan saham, baik menjual ataupun membelinya. Hal ini dikarenakan saham berasal dari perusahaan yang tidak sah atau batil menurut pandangan Islam.
Berkaitan dengan masalah riba, dalam banyak keterangan dari ayat al-Qur'an maupun hadits Rasulullah Saw telah diterangkan dengan jelas keharaman memakan riba (bunga), di antaranya:
“Allah menggambarkan kekejian riba dengan menggambarkan orang-orang yang
memakannya sebagai orang yang telah dijerumuskan setan dan mereka akan
kekal menjadi penghuni neraka.” (Qs. al-Baqarah [2]: 275).
“Allah telah melarang dengan keras, orang-orang beriman mengambil riba. Allah juga mengumumkan perang terhadap mereka yang memakannya.” (Qs. al-Baqarah [2]: 278-279).
Dari berbagai nash di atas, sangat jelas bahwa hukum riba baik sedikit maupun banyak, adalah haram. Adapun sifat yang tampak dalam riba adalah adanya suatu keuntungan yang diambil oleh orang yang menjalankan riba, yaitu mengeksploitasi tenaga orang orang lain, dimana ia mendapatkan upah tanpa harus mencurahkan tenaga sedikitpun.
Sharf adalah pertukaran mata uang satu dengan mata uang lain. Yaitu pertukaran mata uang, antara satu mata uang dengan mata uang yang lain yang berbeda jenisnya, seperti pertukaran emas dengan perak, pertukaran dollar dengan rupiah hukumnya mubah (boleh) dengan syarat sama-sama diserahkan (ditempat). Dimana perhitungan yang satu atas yang lain itulah yang dinamakan kurs pertukaran mata uang. Jadi, kurs pertukaran mata uang adalah perhitungan pertukaran antara dua mata uang yang berbeda jenisnya.
Pertukaran mata uang dalam satu negara, seperti emas dengan perak yang pernah terjadi dalam daulah islamiyah (negara Islam) tidak menimbulkan masalah atau tidak berbahaya. Begitu pula, ketika negara-negara di dunia masih menjadikan emas dan perak sebagai mata uang dunia hidup dalam tahapan yang mapan; perekonomian dan keuangan stabil. Sebab, statusnya sama seperti perubahan harga barang yang mengikuti harga pasar (demand and supply).
Jadi, sistem berbasis emas menjamin kestabilan nilai tukar. Kesatuan keuangan untuk semua negara dengan sistem emas atau uang kertas substitusi (uang kertas yang mencerminkan kadar jumlah emas dan perak dalam bentuk uang atau batangan, yang disimpan di tempat tertentu, yang memiliki nilai logam sama dengan nilai nominal yang dimiliki oleh uang kertas tersebut, dan bisa ditukarkan sesuai dengan permintaan) yang secara sempurna bisa dipertukarkan dengan emas pada waktu yang sama. Karena itu, harga tukar antara uang suatu negara dan uang negara lain menjadi stabil karena terikat dengan emas yang sama nilainya dan sudah dikenal luas. Dinar Islam, misalnya adalah 4,25 gram emas; pound Inggris sesuai dengan ketentuan undang-undangnya, yaitu 2 gram emas murni; frank Prancis setara dengan 1 gram emas murni. Dengan demikian, harga tukar atau kurs menjadi stabil. Jadi kurs pertukarannya adalah dua dinar Islam dapat ditukar dengan sembilan frank Perancis atau dengan 4,5 pound Inggris. Kurs pertukaran ini akan tetap, karena hakikatnya adalah menukarkan emas dengan emas.
Perombakan sistem moneter standar emas dunia adalah hasil rekayasa Kapitalisme dalam rumusan Imperialisme Moneter melalui IMF dan Bank Dunia dengan metode hutang luar negeri, sistem moneter bukan standar emas, inflasi dengan sistem bank sentral, selisih kurs dan bunga melalui mekanisme pasar bebas. (baca Perubahan Mekanisme Penjajahan, as-Siyasah al-Iqtisadiyyah al-Muthla, 'Abudrrahman al-Maliki, hal. 6, Darul Ummah 1963).
Realitas ini dapat dilihat pada Indonesia. Hutang pemerintah yang sudah jatuh tempo adalah 51 milyar dollar AS. Jika kurs sampai bulan Juni 1997 sebesar Rp. 2000,-/dollar AS, maka besarnya hutang yang harus dibayar adalah Rp. 102 triliun. Setahun kemudian pada bulan Juli 1998, oleh IMF kurs telah ditetapkan Rp. 10.000,-/dollar AS. Maka hutang yang harus dibayar negara adalah Rp. 510 triliun. Hanya dalam waktu kurang lebih 1 tahun saja, kita harus mengumpulkan harta sejumlah 408 triliun rupiah, guna menutup utang tanpa menikmati sesenpun harta tersebut.
Sesungguhnya Barat (terutama AS) telah memainkan berbagai rekayasanya untuk mengacaubalaukan sistem mata uang dunia untuk menarik keuntungan darinya. Jadi, merekalah penyebab malapeteka krisis ekonomi di dunia, sekaligus sebagai bukti kebobrokan dan korupnya sistem ekonomi kapitalis, sebagai ideologi rancangan manusia. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan dunia dari berbagai krisis ini dan melepaskan jerat ekonomi kapitalis adalah dengan menghapuskan sistem ekonomi kapitalis, termasuk menghapuskan sistem PT dan menggantinya dengan sistem syirkah yang sesuai dengan Islam.
Untuk menyelamatkan dunia dari keadaan buruk ini, sistem bank berbunga dan sistem mata uang kertas inconvertible juga harus dihilangkan dan dikembalikan kepada standar mata uang emas dan perak. Hal ini akan mengakhiri inflasi moneter yang menakutkan dan masalah pinjaman bank berbunga. Ini juga akan mengakhiri spekulasi yang telah menyebabkan hebohnya bursa saham. Ketergantungan pada bank ribawi juga harus diakhiri.

Selengkapnya...