
Mengapa orang yahudi kepintarannya diatas rata-rata? ternyata, ada budaya baik dari mereka sendiri yang sampai saat ini masih mereka jalankan. Mau tahu jawabannya…… inilah jawabannya……
Mengapa orang yahudi kepintarannya diatas rata-rata? ternyata, ada budaya baik dari mereka sendiri yang sampai saat ini masih mereka jalankan. Mau tahu jawabannya…… inilah jawabannya……
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.
Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas?
Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali.
Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri?
Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?
Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok?
Anda fikirlah sendiri?
Selengkapnya...
Rabu, 11 November 2009
Rahasia Kepintaran Orang Yahudi
Jumat, 08 Agustus 2008
Hukuman Mati
Hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.(Wikipedia.com)
Pada tahun 2005, setidaknya 2.148 orang dieksekusi di 22 negara, termasuk Indonesia. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran, Tiongkok, Saudi Arabia, dan Amerika Serikat.
Hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya.(Wikipedia.com)
Pada tahun 2005, setidaknya 2.148 orang dieksekusi di 22 negara, termasuk Indonesia. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran, Tiongkok, Saudi Arabia, dan Amerika Serikat.
Dalam sejarah, dikenal beberapa cara pelaksanaan hukuman mati:
* pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran,
* sengatan listrik: Amerika Serikat
* digantung: Mesir, Irak, Iran, Jepang, Yordania, Pakistan, Singapura
* suntik mati: Tiongkok, Guatemala, Thailand, AS
* tembak: Tiongkok, Somalia, Taiwan, Indonesia, dan lain-lain
* rajam: Afganistan, Iran
Kontroversi Hukuman Mati
Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati, termasuk Indonesia, dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan, 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa, 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati, dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati.
Falsafah Hukum Sanksi
Islam menganggap bahwa kejahatan adalah perbuatan-perbuatan tercela (al-qabih). Sedangkan yang dimaksud dengan tercela (al-qabih) adalah perbuatan-perbuatan yang Allah cela. Itu sebabnya, suatu perbuatan tidak dianggap jahat kecuali jika ditetapkan oleh syara’ bahwa perbuatan tersebut tercela. Ketika syara’ telah menetapkan bahwa perbuatan itu tercela, maka sudah pasti perbuatan tersebut disebut kejahatan, tanpa melihat lagi apakah tingkat dan jenis kejahatan tersebut besar ataupun kecil. Islam telah menetapkan perbuatan tercela sebagai dosa (dzunub) yang harus dikenai sanksi. Jadi, dosa itu substansinya adalah kejahatan.
Islam mengandung perintah dan larangan-Nya, dan Allah Swt. meminta manusia untuk berbuat sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah Swt. dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Jika menyalahi hal tersebut, maka manusia telah melakukan perbuatan tercela, yakni melakukan kejahatan. Oleh karena itu, orang-orang yang berdosa harus dikenai sanksi (‘iqab). Dengan demikian, manusia dituntut untuk mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Perintah dan larangan tersebut tidak akan berarti sama sekali jika tidak ada sanksi bagi orang yang melanggarnya. Syari’at Islam menjelaskan bahwa bagi pelanggar akan dikenai sanksi di akhirat dan di dunia. Allah Swt. akan memberi sanksi di akhirat bagi pelanggar, dan Allah juga akan mengadzabnya kelak di hari kiamat. Firman Allah Swt:
Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk, (yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal.” (TQS. Shâd [38]: 55-56)
Dukungan hukuman mati didasari argumen diantaranya bahwa hukuman mati untuk pembunuhan sadis akan mencegah banyak orang untuk membunuh karena gentar akan hukuman yang sangat berat.
Allah Swt. berfirman: ‘Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa.’ (TQS. al-Baqarah [2]:179)
Ayat diatas berisi bahwa di dalam pensyari’atan qishash bagi kalian, yakni membunuh lagi si pembunuh, terdapat hikmah yang sangat besar, yaitu menjaga jiwa (manusia). Sebab, jika pembunuh mengetahui akan dibunuh lagi, maka ia akan merasa takut untuk melakukan pembunuhan. Itu sebabnya, di dalam qishash ada jaminan hidup bagi jiwa. Pada ghalibnya, jika orang berakal mengetahui bahwa bila ia membunuh akan dibunuh lagi, maka ia tidak akan melakukan pembunuhan tersebut. Dengan demikian, ‘uqubat (sanksi-sanksi) berfungsi sebagai zawajir (pencegahan). Keberadaannya disebut sebagai zawajir, sebab dapat mencegah manusia dari tindak kejahatan
Karena Jika pada hukuman penjara penjahat bisa jera dan bisa juga membunuh lagi jika tidak jera,pada hukuman mati penjahat pasti tidak akan bisa membunuh lagi karena sudah dihukum mati dan itu hakikatnya memelihara kehidupan yang lebih luas. Dalam berbagai kasus banyak pelaku kejahatan yang merupakan residivis yang terus berulang kali melakukan kejahatan karena ringannya hukuman.
Sanksi di dunia bagi para pendosa atas dosa yang dikerjakannya di dunia dapat menghapuskan sanksi di akhirat bagi pelaku dosa tersebut. Hal itu karena ‘uqubat berfungsi sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus). Keberadaan uqubat sebagai zawajir, karena mampu mencegah manusia dari perbuatan dosa dan tindakan pelanggaran. Keberadaan ‘uqubat sebagai zawabir, dikarenakan ’uqubat dapat menebus sanksi akhirat. Sanksi akhirat bagi seorang muslim akan gugur oleh sanksi yang dijatuhkan negara di dunia. Dalilnya adalah apa diriwayatkan oleh Bukhari dari ‘Ubadah bin Shamit ra berkata:
“Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu majelis dan beliau bersabda, “Kalian telah membai’atku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, kemudian beliau membaca keseluruhan ayat tersebut. “Barangsiapa diantara kalian memenuhinya, maka pahalanya di sisi Allah, dan barangsiapa mendapatkan dari hal itu sesuatu maka sanksinya adalah kifarat (denda) baginya, dan barangsiapa mendapatkan dari hal itu sesuatu, maka Allah akan menutupinya, mungkin mengampuni atau mengadzab.”
Hadits ini menjelaskan bahwa sanksi dunia diperuntukkan untuk dosa tertentu, yakni sanksi yang dijatuhkan negara bagi pelaku dosa, dan ini akan menggugurkan sanksi akhirat.
Dengan demikian, tidak ada satu sistem hukum-pun di dunia ini yang serupa sebagaimana sistem hukum Islam. Sistem hukum Islam berfungsi sebagai pencegah (zawajir) atas tindak kriminalitas sekaligus sebagai penebus (jawabir) atas tindakan jahat yang telah dilakukan oleh si pelaku.
Seringkali penolakan hukuman mati hanya didasarkan pada sisi kemanusiaan terhadap pelaku tanpa melihat sisi kemanusiaan dari korban sendiri,keluarga, kerabat ataupun masyarakat yang tergantung pada korban.Lain halnya bila memang keluarga korban sudah memaafkan pelaku tentu vonis bisa diubah dengan prasyarat yang jelas. Inay
Selengkapnya...
Minggu, 03 Agustus 2008
Dilarang Berobat Oleh Israel, Bayi Palestina Itu Syahid
Selama 24 jam terakhir, lima warga Palestina di Jalur Ghaza yang memerlukan perawatan medis segera, meninggal dunia. Nyawa mereka tak tertolong karena tidak bisa keluar dari Jalur Ghaza untuk mendapatkan perawatan akibat blokade rezim Zionis Israel.
Selama 24 jam terakhir, lima warga Palestina di Jalur Ghaza yang memerlukan perawatan medis segera, meninggal dunia. Nyawa mereka tak tertolong karena tidak bisa keluar dari Jalur Ghaza untuk mendapatkan perawatan akibat blokade rezim Zionis Israel.
Juru Bicara Komite Popular Anti-Blokade Israel, Rami Abdo mengatakan, salah satu dari lima warga Ghaza yang syahid itu adalah seorang bayi berusia tiga bulan yang menderita penyakit jantung.
Menurut Abdo, rumah sakit-rumah sakit di Ghaza tidak bisa memberikan bantuan medis terutama bagi para pasien yang kondisinya kritis sehingga para pasien itu mengajukan permohonan pada rezim Zionis Israel agar diizinkan keluar Jalur Ghaza untuk berobat. Namun rezim Zionis menolak permohonan mereka.
Abdo meminta Mesir untuk campur tangan agar warga Ghaza yang membutuhkan perawatan medis segera dibolehkan keluar Ghaza. Saat ini, ada belasan warga Ghaza yang menderita penyakit-penyakit serius menghadapi kematian akibat blokade rezim penjajah, Israel.
Blokade total itu dilakukan sejak bulan Juni 2007 dan telah mengakibatkan krisis kemanusiaan bagi 1, 5 juta warga Jalur Ghaza. Lebih dari 200 warga Ghaza, kebanyakan anak-anak dan bayi yang menderita penyakit berat akhirnya meninggal dunia karena dilarang beobat ke luar Ghaza oleh rezim Zionis. (ln/presstv)
Selengkapnya...
Minggu, 11 Mei 2008
Cara Kreatif Anak-Anak Muda Muslim, Melakukan Syiar Islam
Anak-anak muda Muslim berdakwah lewat film-film singkat yang dibuatnya, untuk meluruskan pandangan publik yang salah tentang Islam. Mereka menyebarluaskan film-film pendek mereka yang bercerita tentang Islam, melalui blog-blog pribadi atau melalui situs YouTube.
Anak-anak muda Muslim ini membuat rekaman video-video itu, karena merasa tidak nyaman melihat Muslim lainnya yang berusaha meluruskan konsepsi dan stereotipe yang dilekatkan pada umat Islam, dengan cara yang defensif.
"Saya pikir, kalau mereka menggunakan pendekatan yang defensif, mereka tidak akan bisa berbicara tentang apa saja kecuali hal-hal yang tidak disukai banyak orang," kata Ali Ardekani pada The New York Times, edisi Kamis (8/5).
Dalam blognya, Ardekani memerankan dirinya sebagai tokoh "Baba Ali" yang menyampaikan pesan-pesan relijius dengan menganalisa dan kadang menyindir gaya hidup Muslim di Amerika.
Ardekani, 33, yang berprofesi sebagai web disainer sudah memproduksi sekitar 30 rekaman video, salah satunya berjudul "Muslim While Flying" . Rekaman video ini menceritakan bagaimana Muslim diperlakukan oleh petugas bandara, dan ceritanya disampaikan Ardekani dengan gaya yang kocak. Lewat video itu, Ardekani memenangkan hadiah sebesar 5.000 dollar.
Tahun 2006, Ardekani membuat video berjudul "Who Hijacked Islam?" Video itu ia posting di situs YouTube dan diklik oleh 350 ribu pengunjung YouTube. Dalam karya video lainnya, Ardekani menyindir gaya pernikahan Muslim yang kerap mengeluarkan biaya yang sangat besar.
"Orang Kristen menikah di gereja-gereja, Yahudi menikah di sinagog-sinagog, tapi orang Islam menikah di Hilton (nama hotel)," kata Ardekani di videonya.
Selain Ardekani, ada anak muda Muslim lainnya bernama Murad Amayreh yang membantu pembuatan video "I Am a Muslim" Film itu telah ditonton lebih dari dua juta orang sejak diposting pada 28 September 2007. Film ini menceritakan tentang karakter kontradiktif seorang Muslim bernama Muhammad yang juga sebagai seorang warga Amerika biasa.
Anak-anak muda kreatif itu membuat film-film pendek tentang Islam, terinspirasi dari cara Bill Cosby mengubah persepsi publik tentang warga Amerika keturunan Afrika. "Kata Arab terdengar asing dan menakutkan-Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi, " kata Ardekani dari apartemen kecilnya di kawasan Sherman Oaks.
"Atau mereka mereka menunjukkan seorang perempuan berjilbab, yang tidak bicara. Ini diasumsikan, jika perempuan itu bicara, yang dikatakannya adalah 'Tolonglah Saya!', " sambung Ardekani.
imageLena Khan, 23, sepakat dengan Ardekani. Lena yang sudah memposting beberapa video buatannya sendiri di YouTube mengatakan, "Mereka kekurangan bentuk yang bisa mewakili mereka di media, yang bukan seorang teroris atau seorang Muslim yang sangat taat."
Ia menambahkan, "Itulah sebabnya, ketika ada bentuk yang bertolak belakang ditampilkan di YouTube atau internet, atau acara-cara televisi, langsung menyebar dengan cepat karena setiap orang mendukungnya."
Salah satu video karya Khan berjudul "A Land Called Paradise" diklik oleh 250 ribu orang dan memenangkan hadiah sebesar 20 ribu dollar dalam sebuah kontes pembuatan film pendek. (ln/iol/eramuslim)
Selengkapnya...
Sabtu, 10 Mei 2008
KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV
10 acara TV dinilai banyak melanggar Standar Program Siaran KPI. Ia melanggar norma kesopanan, kesusilaan dan kekerasan. Waspadai dan selamatkan kaluarga Anda!
Hidayatullah.com.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta masyarakat untuk mewaspadai 10 program acara yang dianggap bermasalah yang ditayangkan sembilan stasiun TV swasta nasional Indonesia.
Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Yahya dalam jumpa pers di kantor KPI di Jakarta, Jumat mengatakan 10 program acara TV tersebut yaitu Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (TransTV), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar).
Sasa mengatakan dari hasil pantauan KPI selama periode 1 - 13 April, 10 acara TV tersebut paling banyak melanggar Standar Program Siaran KPI, antara lain melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dengan banyak menampilkan kekerasan, menampilkan kata-kata kasar, merendahkan dan melecehkan orang lain.
Untuk Sinetron Cinta Bunga yang diputar SCTV, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan secara verbal yaitu memaki dan merendahkan orang lain, selain tidak mencantumkan klasifikasi acara.
Sedangkan acara variety show "Extravaganza" TransTV menampilkan rangkaian tindakan yang mengesankan tindak kekerasan dengan atau tanpa alat, banyaknya kekerasan secara verbal, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan.
Acara Dangdut Mania Dadakan 2 TPI, KPI menyimpulkan terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan.
Sementara Sinetron Jelita RCTI terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dengan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.
Sinetron Komedi Mister Bego dari ANTV terlalu menampilkan kekerasan fisik, menampilkan adegan mengarah ke seks, menampilkan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.
Sedangkan Serial Anak "Mask Rider Blade" ANTV merupakan acara non-kartun (riil), menampilkan kekerasan fisik yang cukup intens dalam bentuk perkelahian / pertarungan, dan tidak menampilkan klasifikasi acara akan tetapi ada logo "Star Kids".
Sinetron "Namaku Mentari" di RCTI, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.
Untuk Sinetron Rubiah TPI, KPI melihat terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus ada muatan melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, menampilkan kekerasan fisik, tidak memperhatikan norma kesopanan serta mencantumkan klasifikasi acara secara sekilas.
Sementara Sinetron Komedi Si Entong dari TPI juga terlalu banyak kata-kata kasar, memaki, dan melecehkan orang lain, penggambaran anak yang tidak mendidik (anak berkata kasar, anak berpacaran), penggambaran tentang guru yang melecehkan, tidak memperhatikan norma kesopanan serta tidak mencantumkan klasifikasi acara.
Sedangkan acara variety show Super seleb Show di Indosiar, KPI melihat terlalu menampilkan rangkaian kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain (secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu), tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan.
Sasa mengatakan banyak stasiun TV yang tidak mencantumkan klasifikasi acara (penggolongan program siaran berdasarkan usia khalayak penonton), yaitu A (Anak), R (Remaja), D (Dewasa), dan SU (Semua Umur).
"Banyak acara non-anak yang dianalisis ditayangkan pada jam anak biasa menonton TV, sehingga potensi masalah menjadi lebih besar karena dapat berdampak pada penonton anak yang umumnya tidak kritis," katanya. [ant /www.hidayatullah.com]
Selengkapnya...
Kamis, 08 Mei 2008
RUU Pelayaran Bukti Liberalisasi yang dilakukan Pemerintah
Desi Puji Lestari, S.Pd. (Ketua Divisi Litbang AlPen ProSa Jawa Timur)
Ratusan karyawan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pelabuhan dan Pengerukan Indonesia (SPPI) di beberapa kota Indonesia seperti Jakarata, Makasar, Cilacap dan Surabaya melakukan unjuk rasa. Dalam aksinya para demonstran menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelayaran oleh DPR karena RUU tersebut merupakan bentuk liberalisasi pengelolaan pelabuhan umum sehingga baik swasta asing maupun nasional yang mempunyai kemampuan modal besarlah yang akan tetap eksis.
Dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pelayaran oleh Panitia kerja (Panja) Komisi V DPR RI yang di sahkan pada tanggal 8 april telah jelas mengungkapkan bahwa posisi PT Pelindo akan digantikan oleh Badan Penyelenggara Pelabuhan (BPP) sebagai pihak yang bertanggng jawab penuh atas pengelolaan dan penyelenggaraan aktivitas pelayaran dan pelabuhan yang selama ini di pegang Pellindo.
Jika dulu dalam pasal 33 menjelaskan bahwa PT (Persero) Pelabuhan Indnesia (Pelindo) merupakan salah satu BUMN yang strategis bagi kebutuhan publik Indonesia, namun kini RUU Pelayaran yang disahkan DPR justru lebih memberi kuasa kepada pelayaran swasta asing terhadap pengendalian arus perdagangan nasional dan ekspor impor yang saat ini telah dikuasai lebih dari 97 persen. Jika hal ini di berlakukan maka akan terjadi persaingan tidak sehat karena para penilik modal dengan leluasa akan menguasai asset pelabuhan dari hulu hingga hilir.
Sebenarnya swastanisasi Pelindo bukan hal yang mengejutkan karena telah masuk dalam rancangan pemerintah untuk segera mengumumkan BUMN yang akan go publik sejak 2007 lalu, termasuk PTP Nusantara IV, dan PT Jasa Marga. Jika sebelumnya pemerintah telah menjadikan lima BUMN go public, yakni PT.Telkom, PT Indosat, PT Tambang Timah, PT Aneka Tambang, dan PT Semen Gresik, maka akan menyusul empat BUMN lainnya seperti PT Pembangkit Jawa Bali I, PT Pembangkit Jawa Bali II, PT Krakatau Steel, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia.
Jika Kementrian BUMN mengungkapkan bahwa tujuan dari dana hasil penawaran umum perdana (IPO) saham BUMN tidak untuk menutupi kekurangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN), namun dana (IPO) yang diperoleh akan masuk ke perusahaan untuk dijadikan sebagai dana pengembangan bagi BUMN yang tidak sehat, sedangkan BUMN yang di privatisasi melalui penjualan ‘strategic sales’ (divestasi) akan masuk ke APBN, maka harusnya BUMN semakin lebih baik dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat namun faktanya pelayanan yang di hasilkan justru semakin memberatkan masyarakat.
Seperti yang terjadi pada PT. Jasa Marga yang menaikkan tarif jalan tol yang justru memberatkan para pengguna jalan tapa di ikuti perbaikan pelayanan. Hal ini membuktikan bahwa ketika sebuah BUMN telah dikuasai swasta maka yang menjadi tujuan dari berjalannya BUMN adalah mendapatkan keuntungan (profit oriented). Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemilik modal tak akan mengeluarkan modal jika perusahaan yang di investasi tidak memberikan keuntungan (no free lunch)
Ironinya Pemerintah sebagai lembaga yang seharusnya memenuhi kebutuhan hidup rakyat justru menswastanisasi lemabaga-lembaga yang menguasai hajat hidup orang banyak. Ketika para investor telah menguasai sebagian besar saham BUMN maka mau tidak mau pengelolaannya harus mendatangkan keuntungan, jika hal ini terjadi maka kenaikan harga akan menjadi solusi agar BUMN tersebut tetap survive.
Indonesia sebagai Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah masih mempunyai daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya maka jangan heran jika Indonesia ibarat sepotong roti yang menjadi rebutan Negara-negara kapitalis. Jadi wajar jika Negara kita tak pernah lepas dari kemiskinan dan keterbelakangan karena kita masih bergelut dengan kapitalis di setiap sendi kehidupan.
Pemerintah telah banyak menjual sumber daya alam kita, kini apakah bidang pelayaran juga akan bernasib sama seperti halnya PT. Jasa Marga. Jika pemerintah dan DPR tetap bersikukuh mensyahkan RUU Pelayaran berarti kita telah menggadaikan suluruh distribusi keluar masuknya barang dan jasa kepada asing. Sudah matikah hati nurani pemerintah dan DPR yang nota bene mengaku pelayan dan wakil-wakil rakyat ?
Sudah saatnya kita terlepas dari kapitalis global yang mencengkram kita karena sejatinya telah nampak kerusakan yang di akibatkan sistem kapitalis sekuler yang di dengung-dengungkan para Negara komprador, serta mengembalikan seluruh sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak pada hakekatnya sebagai harta kepemilikan umum yang di gunakan untuk kesejahteraan rakyat. Kini saatnya mengembalikan fungsi seorang pemimpin sebagai seorang pelayan umat bukan majikan yang harus di layani rakyatnya.(alpenprosajatim on line)
Selengkapnya...
PBNU Dorong Pemerintah Tegaskan Ahmadiyah Bukan Islam
PBNU mendorong pemerintah tidak ragu-ragu menegaskan bahwa aliran Ahmadiyah bukan Islam. Hasyim juga meyakini, Barat akan “membela” habis-habisan Ahmadiyah
Hidayatullah.com–
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong pemerintah agar tidak ragu-ragu menegaskan bahwa aliran Ahmadiyah bukan Islam dan melarang organisasi itu berdakwah di kalangan umat Islam.
“Pemerintah hendaknya menyatakan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam dan tidak boleh mengahmadiyahkan orang Islam atas dasar kebebasan,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Rabu.
Menyangkut eksistensi organisasi maupun pengikut Ahmadiyah, lanjut Hasyim, harus diukur menurut ukuran ideologi negara yang ber-Pancasila. Ulama NU juga harus menjelaskan hal ini pada umat.
“Dengan demikian, umat Islam Indonesia dapat diselamatkan akidahnya tanpa risiko internasional dan tetap menempatkan mereka (pengikut Ahmadiyah) sebagai warga negara yang mempunyai hak, tapi tentunya bukan hak membelokkan Islam,” katanya.
Menurut Hasyim, adalah salah besar kalau menghubungkan Ahmadiyah dengan kebebasan beragama. Sebab, Ahmadiyah tidak mencanangkan diri sebagai agama tersendiri.
“Yang ada adalah mereka merasa muslim tapi sudah belok dari keislamannya. Oleh karena itu umat Islam wajib menolaknya,” tandas pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur, tersebut.
Namun, lanjut Hasyim, pada saat yang bersamaan, umat Islam, khususnya para ulama, harus memberikan dakwah agar pengikut Ahmadiyah kembali ke jalan Islam yang lurus.
“Saya yakin akan ada negara Barat tertentu yang membela mereka (Ahmadiyah) habis-habisan karena sejak kelahirannya di Pakistan telah dibela,” katanya. [ant/www.hidayatullah.com Kamis, 08 Mei 2008]
Selengkapnya...